Panti Asuhan Yayasan Aleysia Cemerlang Indonesia Butuh Uluran Tangan Dermawan

Rabu, 21 Juli 2021 | 23:30 WIB

Medan,MPOL: Berawal dari belas kasihan melihat dua balita yatim piatu akibat kedua orangtuanya meninggal disambar petir membuat hati Bazaaro Laia mengadopsi kedua anak laki-laki tersebut. Tak lama kemudian, ada anak terlantar dan yatim membuat dirinya semakin semangat untuk mengasuh mereka. Seiring makin bertambanya anak yang tidak memiliki ayah dan ibu, lalu dia mendirikan yayasan yang akan menampung yatim piatu. Akhirnya, dia mendirikan Panti Asuhan Yayasan Aleysia Cemerlang Indonesia, beralamat di Jalan Sempurna Ujung No.165 Kel.Sudirejo I, Kec Medan Kota.

Kendati baru beberapa bulan berdiri tepatnya tanggal 1 April 2021 sesuai SK; KEM.HAK AZASI MANUSIA RI No.AHU-0009949.AH, namun panti asuhan Yayasan Aleysia Cemerlang Indonesia sudah menampung 20 orang lebih, mulai umur baby hingga usia 16 tahun. Saat ini, 10 orang sekolah di Yayasan Nasrani Jalan Turi Medan sedangkan 7 orang lagi SMP PGRI 4 Jalan Turi Medan, 2 orang mendaftar ke SMA sementara lainnya belum cukup umur masuk sekolah.

“Selain yang 20 orang ini, masih ada 20 orang lagi di Pulau Nias tapi kita tidak bisa jemput karena kondisi saat ini Covid-19, apalagi kondisi ekonomi yang drastis menurun menyebabkan niat kita untuk menjemput mereka tertunda. Tapi, mudah-mudahan Tuhan memberikan jalan, mereka akan kami bawa ke Medan,” kata Bazaaro Laia, selaku Ketua Yayasan. Para anak-anak panti ini selalu berdoa agar kiranya Tuhan Yang Maha Esa segera melenyapkan corona virus dieses 19 dari Indonesia, sehingga rakyat Indonesia dapat bekerja sebagaimana biasanya dan pemerintah dapat melakukan yang terbaik kepada rakyatnya.

Baazaro Laia selaku pimpinan Panti Asuhan.(jos tambunan).

Pria kelahiran 17 Agustus 1997 atau kelahiran 24 tahun lalu ini mengaku mendirikan panti asuhan semata-mata untuk membantu anak-anak yang tidak punya orang tua.”Saya merasa bagaimanalah seorang anak yang tidak pernah mendapat kasih sayang dari orangtuanya, apalagi dia lahir ke dunia ini tanpa mengenal siapa ayah dan yang melahirkannya. Karena itu, saya punya prinsip, membantu orang dengan ketulusan hati, Tuhan pasti menolong dan memberi jalan. Harapan besar bagi orang yang menolong sesama apalagi menolong anak yang tidak punya orang tua, Tuhan pasti ada bersama dia,” aku Baazaro Laia.

Dia mengaku mendirikan panti asuhan untuk anak yatim piatu sangatlah sulit, diperlukan modal terutama kesabaran hati karena bagaimanapun setiap manusia punya sifat dan kelakuan berbeda.”Kita akui, kesabaran manusia itu ada batasnya, tapi disinilah kita dituntut untuk tetap sabar mendidik anak-anak yang berasal dari orangtua yang berbeda-beda,” ujarnya.

Tapi, dia punya keyakinan, suatu saat akan ada mujizat Tuhan untuk mengurus anak-anak yang tak mampu ini. “Saat ini, lahan yang kami gunakan masih sewa. Karena belum ada uang, kami hanya mampu menyewa satu tahun dan beberapa bulan kedepan kontraknya selesai. Oleh karena itu, saya sangat berharap ada bantuan untuk bisa menyambung tempat bagi anak-anak panti ini,” harapnya.

“Saya bermaksud bisa mendapat lahan yang permanen sehingga yayasan tidak berpindah-pindah tempat lagi. Kasihan anak-anak yang sudah sempat sekolah tapi kemudian pindah alamat. Kalau masih dekat sekolah masih lumayan bagaimana lagi kalau jauh, tentu anak-anak akan sulit biaya,” katanya.

Mengurus 20 an anak-anak tidak akan mampu seorang diri Baazaro Laia. “Dengan bantuan Tuhan, seorang wanita yang berhati tulus menawarkan diri untuk bisa bersama-sama mengurus anak-anak. Dengan senang hati, saya memenuhi permintaannya. Dia adalah wanita yang luar biasa bernama Ros, yang bersedia mengurus anak-anak tanpa mengharapkan imbalan. Kini, kami berdua yang mengurus mereka,” aku Baazaro Laia yang mengaku jika tidak ada halangan akhir tahun ini akan menikah.

Baazaro laia mengingatkan kehadiran seorang wanita bernama Ros di Pantia Asuhan Yayasan Aleysia Cemerlang Indonesia, sekitar dua bulan lalu saat kehadiran seorang baby yang saat itu masih berusia hitungan hari diantarkan seorang laki-laki. “Saya sempat bingung bagaimana nantinya merawat baby ini. Tetapi, tanpa disangka, seorang wanita datang menawarkan jasa untuk mengurus baby, dia adalah wanita berhati mulia bernama Ros,” imbuhnya.

Ros lah yang merawat baby yang diberi nama Carnelian. Baby berjenis kelamin perempuan itu tumbuh sehat dan menjadi kesayangan anak-anak panti. “Di panti ini, anak-anak harus saling membantu, misalnya dalam hal belajar. Kakak-kakak wajib mengajari adiknya yang belum bisa membaca dan menulis, kemudian sikakak an membantu adik-adik untuk memandikan. Artinya, gotong royong kita ajari sehingga nantinya mereka saling merasakan dan rasa kekeluargaan pun akan tetap tinggi,” ujarnya.

Dibanding dengan panti asuhan yang lain, menurut Baazaro Laia, bahwa Panti asuhan yayasan Aleysia Cemerlang Indonesia sangat jauh ketinggalan. “Dari segi tempat masih terdampak banjir jika hujan, kemudian fasilitas yang dimilki anak-anak untuk mengembangkan bakat juga belum ada, semisal alat-alat music dan untuk mengajari membuat kerajinan tangan juga belum ada. Semua masih serba sangat terbatas. Mudah-mudahan, Tuhan mengetuk hati orang yang mampu, bisa membantu anak-anak untuk bisa menjadi orang yang berguna dan terpelajar di panti asuhan ini,” pungkasnya.***