Menuju Medan Kota Berkah, Wak Genk: Jangan Biarkan Walikota-Wakil Walikota jalan sendiri, perlu dukungan

Rabu, 3 Maret 2021 | 19:30 WIB

Medan,MPOL: Harapan masyarakat Kota Medan untuk membangun Kota Medan menjadi Kota Metropolitan yang sesungguhnya ada ditangan Walikota Medan Muh Bobby Afif Nasution dan Aulia Rachman. Janji-janji kampanye pasangan muda dan energik itu, kini sangat dinanti. Oleh karena itu, kader PDIP dan Gerindra itu harus membuktikan janji-janjinya untuk menuju Medan Berkah.

Demikian disampaikan aktivis sosial Kota Medan, Muhamad Abdi Siahaan/Wak Genk kepada wartawan, Rabu (3/2), menyusul telah dilantiknya Muh Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman menjadi Wali Kota -Wakil Walikota Medan periode 2021-2024 oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada Rabu (23/2) lalu.

“Pertama yang harus dilakukan adalah mewujudkan vaksinasi Covid-19 kepada warga Kota Medan karena situasi saat ini sangat dibutuhkan sebagaimana perintah pemerintah Indonesia ,” kata aktivis sosial, Muh Abdi Siahaan/Wak Genk, kepada wartawan, Rabu (3/2).

Wak Genk mengatakan, selain mencapai target vaksinasi, kondisi Kota Medan saat ini ibarat kota tua yang ditinggal pemiliknya. Pasalnya, infrastruktur rusak tak karuan dimana-mana ditambah lagi sebagian besar jalan protokol dan gang-gang tidak memiliki lampu penerang diwaktu malam sehingga kondisi ini mendukung terjadinya tindak kriminal.

Oleh karena itu, pembangunan Kota Medan menjadi Kota Metropolitan yang sesungguhnya, tidak bisa terlepas dari kerjasama tiga pilar yakni Pemko selaku pemangku kebijakan, Polri dan TNI sebagai alat negara. Kerjasama ini akan membuat warga Kota Medan aman dan nyaman tinggal dirumah sendiri.

Selain pembagunan infrastruktur dan keamanan, Muh Abdi Siahaan/Wak Genk juga menyoroti banjir dan kesembrautan berlalulintas. Dia mengatakan, dibawah kepemimpinan Bobby-Aulia, Kota Medan harus terhindar dari banjir sehingga istilah Medan kota banjir tidak muncul lagi.

“Tidak menjadi rahasia kalau Medan Kota Banjir. Satu jam saja hujan, sudah banjir dimana-mana. Hal itu terjadi karena drainase tidak berfungsi lagi ditambah lagi aliran sungai terjadi kedangkalan akibat warga sembarangan membuang sampah dan penyempitan sungai,” ujarnya.

“Hidup sehat dan rumah layak huni tidak terlepas dari kebersihan dan keindahan,” sebutnya lagi.

Kemudian, untuk menghindari kemacetan berlalulintas diperlukan ketegasan pemimpin daerah. Artinya, yang selama ini tanggung jawab polisi untuk mengatur lalulintas harus diberdayakan Dinas Perhubungan dan Satpol PP membantu polisi. Dishub dan Satpol PP bertugas menertibkan pedagang yang memakai badan jalan untuk berjualan. Kemudian, menertibkan parkir disekolah dan parkir dadakan.

Yang tak kalah penting lagi, imbuh Wak Genk, ketersediaan lapangan pekerjaan. “Banyak warga Kota Medan yang hijjrah ke propinsi lain karena ketiadaan lapangan pekerjaan. Hal ini harus disikapi Bobby-Aulia,” ujarnya.

Dia mengatakan, tatkala kampanye, Bobby-Aulia mampu mengundang para investor nasional datang ke Medan, suatu kegiatan yang tak pernah terjadi selama dilakukan calon Walikota dan Walikota Medan. Dengan demikian, kehadiran para investor tersebut harus dibuktikan dengan melakukan pembangunan infrastruktur dan lapangan pekerjaan.

Kemudian, sebutnya, restorasi tata pemerintahan harus segera dilakukan.”Menempatkan pejabat sesuai keahlian tanpa memandang suku, agama dan golongan adalah salah satu janji kampanye Bobby-Aulia. Karena itu harus dilakukan. Tanpa tatanan pemerintahan yang baik dan benar niscaya pembangunan tidak akan terwujud. Semisal bila aparatur negara tidak melayani masyarakatnya dengan baik dan tidak mampu bekerja didalam bidangnya, maka akan terjadi kesenjangan seperti halnya dalam mengurus izin untuk lapangan pekerjaan.

Demikian juga pendidikan dan kesehatan, menjadi target yang segera dilakukan. Disamping kordinasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk mempertahankan harmoni antar umat beragama.

“Bila hal-hal yang saya sebutkan itu benar-benar dilakukan maka Kota Medan akan menjadi Medan Kota Berkah,” ujar Wak Genk, dengan mengharapkan dukungan dan kesadaran serta peran serta masyarakat untuk mampu bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk kemajuan kota Medan kedepan.

“Selamat bekerja Muh Bobby Afif Nasution-Aulia Rachman, semoga amanah,” pungkas aktivis yang banyak membantu masyarakat terdampak Covid-19 tersebut.***