Konflik di HKBP Pabrik Tenun Akan Berakhir Jika Rumondang Legowo, Maju Manalu: Biarlah Pendeta Mengurus “Partondion” Warga Gereja

Kamis, 26 Mei 2022 | 23:55 WIB

 

Medan,MPOL: Guna mengurangi “,konflik” ditubuh Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), sudah sepatutnya para pendeta HKBP tidak turut mengurusi keuangan gereja. Pendeta sebaiknya hanya bertugas dalam pengembalaan rohani jemaat.

” Biarlah tugas pendeta sebagai penggembalaan rohani atau partondion”, kata Drs Maju Manalu, jemaat HKBP Teladan Medan kepada wartawan, Kamis (26/5/2022).

Mantan Ketua Kesatuan Pekerja Kristen Indonesia (Kespekri) Kota Medan itu menilai, konflik yang terjadi di beberapa gereja HKBP, seperti di HKBP Pabrik Tenun Medan saat ini ada kaitannya dengan pengelolaan keuangan gereja.

“Sepatutnya tentang administrasi dan keuangan serta aset gereja biarlah diurus parhalado secara priode. Pendeta bertugas di satu gereja biarlah sesuai aturan pusat saja. Jemaat tidak boleh campuri atau tahan seorang pendeta disatu gereja”, ujarnya.

Maju Manalu yang mantan Pengurus GAMKI Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kota Medan itu juga berpikir, sudah sepatutnya tanah gereja, baik dari hibah warga atau dibeli tunai diurus SHMnya dan tetap disimpan di gereja, tidak di kantor pusat.

Sementara itu, jemaat HKBP HKBP lainnya, Anjar Marbun, menilai konflik di HKBP Pabrik Tenun akan berakhir jika Pdt Rumondang Sitorus pindah tugas dari gereja tersebut.

“Legowolah.., demi keutuhan jemaat HKBP Pabrik Tenun. Mengalah untuk kepentingan banyak orang sangat mulia. Bermohon kepada Ephorus agar dipindahkan atau menjadi gembala di kantor pusat”, ujar Anjar Marbun.***