Kehadiran Polisi di HKBP Pabrik Tenun Tindakan Pencegahan

Rabu, 25 Mei 2022 | 11:48 WIB

 

Medan, MPOL: Berkaitan dengan pentingnya hubungan komunikasi antar sesama masyarakat dengan aparat keamanan seperti polisi dan yang lain, Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Gandi Parapat yang selalu aktif dilingkungan masyarakat menengah maupun atas bersilaturahmi kepada Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Teuku Fathir, Selasa (24/5/2022) sore.

Gandi Parapat sendiri selalu menghindarkan pertikaian ataupun perselisihan walau sering menelan pil pahit dari sahat dan lingkungannya akibat terjadinya kesalahpahaman.

“Saya tidak pernah merasa benar atau hebat apabila bisa menyelesaikan masalah atau problem dilingkungan masyarakat”, kata Gandi Parapat.

Dengan semangat persaudaraan dan rasa ingin nyaman di kota Medan, Gandi bersama pengacara DR Budi Sitepu SH, MA, MH dan Korda PMPHI Tapanuli Drs Rivai Sihombing bersilahturahmi dengan Kasat Reskrim Poltabes AKBP Teuku Fathir.

Dalam pertemuan yang penuh keakraban itu tercetus jika antar masyarakat dengan petugas, sama-sama menginginkan kedamaian di kota Medan.

 

Dengan kata lain apabila kota Medan tidak aman dan damai maka akan ada penilaian jika itu kegagalan polisi. Namun penilaian itu salah, sebab keamanan atau kedamaian harus dilakukan bersama-sama antara masyarakat dengan polisi.

” Kasat Reskrim senang menerima kunjungan kami, dan katanya ia akan menerima informasi langsung melalui HP kalau ada masalah dilingkungan masyarakat kota Medan, termasuk masalah yang ada di HKBP Pabrik Tenun”, kata Gandi Parapat.

Kasat Reskrim sebut Gandi, melihat jika persoalan seperti di HKBP Pabrik Tenun itu kesalah pahaman. Jadi masalah kecil harus segera diselesaikan dan sangat penting pencegahan sebelum terjadi tindakan melanggar hukum. Polisi bertindak mengedepankan pencegahan.

” Jadi dari pertemuan kami tersebut, saya jadi memahami kehadiran polisi di HKBP Pabrik Tenun pada Sabtu 21 Mei yang lalu dan membawa beberapa jemaat ke Poldasu kemudian dipulangkan”, sebut Gandi jemaat HKBP Pardomuan tersebut kepada wartawan, Rabu (25/5/2022) di Medan.

“Mengenai masalah HKBP Pabrik Tenun, saya selaku warga HKBP berniat untuk ketemu Ephorus, guna memberi informasi dan hal hal yang dianggap beberapa ruas atau warga HKBP menjadi masalah , namun oleh Ephorus atau jajaranya tidak menjadi masalah” katanya.

“Jadi banyak hal atau keputusan yang kurang dipahami sehingga akan menimbulkan kerugian. Karenanya, menyelesaikan masalah tersebut saya bilang adalah sederhana, nanti tiba waktunya akan terjawab”, tutup Gandi.***