Ini Cara #Cari_Aman Dari Bahaya Blind Spot

Rabu, 20 Januari 2021 | 13:41 WIB

Medan, MPOL : Saat ini jalan raya merupakan salah satu tempat yang tidak cukup aman bagi para pengguna kendaraan. Tingginya potensi kecelakaan masih menjadi momok menakutkan yang bisa kapan saja mengancam keselamatan.

Penyebab terjadinya kecelakaan juga beragam, dimulai dari masalah pengereman, kondisi ban, etika berkendara yang kurang baik, hingga masalah yang disebut blind spot.

Blind spot (titik buta) dalam berkendara merupakan bagian dari sekeliling pengendara yang tidak dapat dilihat saat mengemudikan kendaraan, karena beberapa alasan seperti jangkauan pandangan yang terbatas pada cermin (spion), maupun yang terhalang oleh muatan yang dibawa.

Ismed Risya, Tim Safety Riding PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda di wilayah Sumatera Utara (Sumut), mengungkapkan semua kendaraan memiliki blind spot, tapi masing-masing jenis kendaraan memiliki titik buta yang berbeda-beda. Seperti halnya sepeda motor yang juga memiliki bidang pandang yang tidak terlihat, tepatnya di bagian belakang kiri dan kanan sepeda motor.

Menurutnya, meski istilahnya sudah cukup sering terdengar, namun masih banyak pengendara yang mengabaikan keberadaan titik buta ini.

Melihat seringya terjadi kasus kecelakaan yang melibatkan sepeda motor, maka Honda berupaya mengajak pecintanya meningkatkan kewaspadaan, berhati-hati, dan senantiasa mengurangi risiko yang timbul akibat blind spot, dengan melakukan sejumlah tips berikut ini:

Pertama, sebelum memulai perjalanan, ada baiknya mengatur ulang kaca spion kanan dan kiri, serta memaksimalkan fungsi dan tugasnya masing-masing. Saat mengemudi, biasakan untuk melihat ke spion untuk mengetahui kondisi di sekitar kendaraan, terutama sebelum bermanuver.

Kedua, sebaiknya lakukan pemeriksaan secara visual sesaat secara pada area yang tidak terjangkau kaca spoin. Karena pengendara motor juga tidak boleh hanya mengandalkan kaca spion yang masih memiliki titik buta yang membuat kendaraan lain tidak terlihat, jadi cukup lakukan menoleh ke arah kanan atau kiri hanya sebatas bahu saat hendak menyalip, berbelok, atau berpindah jalur.

Ketiga, membunyikan klakson dan menghidupkan lampu sein saat akan menyalip kendaraan lain juga menjadi upaya mengurangi efek negative blind spot, sekaligus tanda kepada pengemudi lain atau kepada pejalan kaki yang menyeberang dan tidak terlihat oleh mata pengendara.

Keempat, lebih meningkatkan kewaspadaan saat berada di persimpangan, tikungan, area berbukit, area padat bangunan, kondisi berdebu, atau area perumahan. Selain itu, kurangi kecepatan, dan sediakan ruang bila pandangan terhalang saat berada di situasi tertentu, atau segeralah berhenti sampai situasi terkendali.

“Agar tercipta berkendara aman dengan motor di jalan, maka blind spot menjadi hal yang sangat penting untuk dipahami para pengguna motor. Karenanya dengan Semangat Satu Hati, Honda tidak akan berhenti untuk terus mengedukasi berbagai lapisan masyarakat dengan berbagai pengetahuan terkait keselamatan berkendara demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di wilayah Sumatera Utara,“ ujar Ismed Risya. **