Gubsu dan Wagubsu Kompak Terima SPS Sumut

Kamis, 26 November 2020 | 15:05 WIB

Medan, MPOL : Gubsu H Edy Rahmayadi dan Wagubsu H Musa Rajekshah (Ijeck) kompak secara betsama-sama menerima kunjungan audiensi pengurus Serikat Perusahaan Pers (SPS) Sumatera Utara di rumah dinas gubernur, Jalan Diponegoro Medan, Kamis (26/11/2020).

Rombongan pengurus SPS Sumut pada kesempatan audiensi itu dipimpin Ketua H Farianda Putra Sinik, didampingi Wakil Ketua Hendrik Prayitno, Bendahara Asih Astuti, Wakil Sekretaris Agus Salim Ujung, Erwin, dan Wakil Bendahara Agus Saparuddin Lubis.

Ketua SPS Sumut Farianda Putra Sinik kepada Gubsu dan Wagubsu menyampaikan, SPS Sumut akan mengadakan kegiatan selama 3 hari berturut-turut dimulai dari workshop selama 2 hari dan diakhiri dengan pemberian penghargaan kepada media dan tokoh-tokoh yang dekat dengan pers (Awarding Night), Minggu, 29 November 2020 malam di Hotel Santika Medan.

Sebelumnya Jumat dan Sabtu, SPS akan menggelar workshop ‘Masa Depan Koran di Era New Normal dan Antara Peluang dan Idealisme’.

Menurut Farianda, sejumlah tokoh di Sumatera Utara, baik dari kalangan eksekutif maupun legislatif akan diberikan penghargaan ‘Sahabat Pers’, antara lain kepada Gubsu Edy Rahmayadi, Wagubsu Musa Rajekshah, Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting dan lainnya.

Pada bahagian lain, Farianda mengapresiasi dan merasa terhormat, karena kunjungan audiensi pengurus SPS Sumut diterima langsung Gubsu dan Wagubsu secara bersama sama.

“Hal ini sekaligus memperlihatkan adanya chemistry dan hubungan harmonis antara Pak Gubsu dan Pak Wagubsu,” katanya.

Sementara itu, Gubsu Edy Rahmayadi menyambut positif acara workshop dan Awarding Night yang akan dilaksanakan SPS Sumut dan berjanji akan menghadiri acara tersebut.

“Pejabat harus terbuka kepada pers dan saya selalu mengingatkan para pimpinan OPD Pemprovsu agar tidak menghindari dari wartawan,” tegasnya.

Gubsu mengingatkan, perjuangan tokoh-tokoh nasional kita di masa lalu seperti Buya Hamka, banyak dilakukan melalui goresan pena. “Karena itu, keberadaan pers sangat penting dan strategis. Tanpa kontribusi pers, Sumatera Utara bisa ambruk,” ujarnya.

Lebih jauh Gubsu menyampaikan keluhannya seputar masih adanya pemberitaan di media yang terkadang tidak didasarkan kepada fakta dan data yang akurat. “Dalam hal ini, saya minta kepada kalangan pers agar jangan negatif thinking dalam menyajikan berita,” harapnya.

Termasuk terkait hubungannya dengan Wagubsu Musa Rajekshah, kata Gubsu Edy Rahmayadi, di dalam pemberitaan disebut-sebut terjadi gesekan dan kurang harmonis, apalagi saat ini Ijeck telah berstatus sebagai orang partai, Ketua DPD Partai Golkar Sumut.

“Itu tidak benar sama sekali. Saya dengan Wagub Ijeck berada pada satu kotak yang sama dan selalu saling mendukung. Lagi pula saya dengan Ijeck ini sudah seperti keluarga, antara abang dengan adik. Jadi, tidak mungkin terjadi hubungan yang kurang harmonis,” tegasnya.

Kendati mengaku sering dirugikan oleh pemberitaan yang kurang akurat, namun Gubsu menegaskan dirinya tidak akan pernah menggunakan kekuasaannya untuk melakukan intervensi terhadap pers.

“Pers harus diberikan kebebasan dalam menyajikan informasi. Namun, informasi yang disajikan hendaknya objektif serta tidak mengandung fitnah dan mengada-ada,” ujarnya. **