Di Usia 430 Tahun Kota Medan Dr.Maruli Siahaan SH.MH: Kota Medan Semakin Mundur

Minggu, 5 Juli 2020 | 13:35 WIB
Medan,MPOL:  Di usia Kota Medan yang sudah  cukup tua yakni 430 tahun, masyarakat berharap kota ini benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman kepada warganya. Tidak hanya rasa aman, warga kota Medan juga berharap mendapatkan pekerjaan yang layak, pendidikan yang baik serta pelayanan yang baik dalam pengurusan administrasi kependudukan, mulai dari kantor lurah sampai ke kantor dinas terkait.
Namun menurut Kombes Pol (purn) Dr.Maruli Siahaan SH.MH, kenyataan yang terjadi justru sebaliknya, di usia 430 tahun kota Medan bukan semakin baik namun sangat tertinggal jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia, seperti Surabaya, Bandung, Semarang dll.
Dari segi perwajahan semisal infrastruktur, dibanding kota-kota metropolitan bahwa kota Medan sangat jauh tertinggal. Kita menyaksikan, jalan-jalan banyak yang rusak, banjir dimana-mana walau hujan hanya sebentar saja.
Banyak persoalan yang perlu dituntaskan Pemerintah Kota Medan dalam memperbaiki Kota Medan ke depan, infrastruktur, ekonomi, pendidikan dan pelayanan masyarakat/publik masih belum memuaskan.
Dr.Maruli Siahaan SH.MH menilai, untuk membenahi kota Medan pemerintahan apakah Walikota, camat Lurah sampai tingkat lingkungan harus bekerja keras untuk melihat dan mengetahui permasalahan yang mendasar.
“Misalnya masalah sampah, agar menghimbau kepada masyarakat supaya ikut menjaga kebersihan tidak sembarangan membuang sampah.Pemerintah menyiapkan sarana prasarana dan setiap hari petugas kebersiha bertanggung jawab untuk mengangkat sampah atau diberikan tanggung jawab kepada kepala dinas yang menangani,” ujar Maruli.
Disebutkan, pemerintah dan masyarakat kota Medan harus memiliki sikap yang perduli dengan lingkungan sekitar dengan senantiasa tetap menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan.
Kemudian, sambungnya,  Kota Medan edukatif dengan mengedepankan proses edukasi dalam setiap sisi kehidupan, membangun dan membudayakan perilaku mendidik bagi warganya untuk merubah karakter supaya lebih baik sopan santun.
Lalu, menjadikan masyarakat  hidup sejahtera dengan dukungan prospek lapangan kerja yang memadai serta pertumbuhan industri kawasan yang menjanjikan di masa mendatang, mampu menerima berbagai perbedaan yang ada ditengah tengah masyarakat baik perbedaan suku,ras maupun golongan.
“Yang lebih penting lagi, kota Medan bebas dari berbagai bentuk gangguan , ancaman, kekwatiran serta rasa takut untuk mendapatkan kenyamanan. membangun hubungan dengan instansi terkait seperti Polri- TNI mulai tingkat Babinkamtibmas, Babinsa dan aktifkan Siskamling,” imbuhnya.
Untuk memajukan Kota Medan sebagai Kota Metropolitan ketiga di Indonesia, pemerintah juga harus menghidupkan kembali peran para tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat.
Selanjutnya, untuk menghidupkan suasana sehingga masyarakat tidak ketakutan bila keluar rumah pada malam hari, pemerintah agar  memperhatikan sarana lampu jalan.
“Masih banyak jalan-jala di kota kurang penerangan lampu termasuk ditingkat camat kelurahan, masalah banjir dapat diatasi dengan proaktifnya pemerintah untuk turun ke lokasi banjir untuk mengetahui apa sebabnya banjir, apakah karena drainase yang tersumbat, atau sistim pembungan air tersumbat, bila perlu menguasakan kepada orang-orang yang mengetahui sumber-sumber banjir dan dapat diatasi dengan baik,” jelasnya.
Tokoh masyarakat Sumatera Utara itu mengatakan, Kota Medan saat ini bukan lagi sebagai transit peredaran narkoba tetapi sudah menjadi lokasi atau tempat yang sangat strategis. “Data menunjukkan hampir 70 persen penghuni Lapas adalah kasus narkoba. Kita tau bahwa presiden sudah menegaskan narkoba adalah musuh negara dan pemerintah, perlu peran aktif mulai dari keluarga lingkungan dan peran masyarakat,” katanya.
Berkaitan dengan kondisi sekarang ini, pandemi Covid 19, beberapa minggu ini kegiatan masyarakat sudah mulai ramai, tidak lagi menghiraukan protokol kesehatan, di harapkan kepada Walikota sebagai ketua gugus kesehatan, agar tidak terlena, perlu waspada dan menegaskan agar tetap mematuhi protokoler kesehatan, harus kerjasama denganTNI Polri, dan pihak DPR sebagai pengawasan terhadap parar petugas medis untuk memantau masyarakat yang terdampak covid 19.
“Untuk mencapai kemajuan kota Medan lebih aman sejuk indah dan berkarakter tidak terlepas kerja keras pemerintah, masyarakat kota Medan secara umum,” kata pemerhati sosial kemasyarakatan itu.

“Di ulang tahun ke 430 ini kita mengharapkan Plt.Walikota Medan bisa menuntaskan visi misi kampanyenya bersama walikota non aktif H.Dzulmi Eldin yang menjadikan ‘Medan Rumah Kita, yang berarti bahwa Medan akan menjadi tempat yang nyaman bagi semua kalangan masyarakat, baik dari segi agama, suku, dan ras sehingga masyarakat kota Medan khususnya benar-benar dimanusiakan,” pungkas Kombes Pol (purn) Dr.Maruli Siahaan SH.MH .

Warga Kota Medan yang dalam waktu dekat (9 Desember 2020) akan melaksanakan pesta demokrasi memilih pemimpin masa depan, kiranya mampu memilih pemimpin yang bijaksana, yang mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi warganya sehingga “Kota Medan adalah rumah kita” dapat dirasakan masyarakat.

“Selamat Hari Ulang Tahun Kota Medan Ke 430 tahun (1 Juli 1590-1 Juli 2020,” kata Kombes Pol.(Purn) Dr.Maruli Siahaan SH.MH.***