Bawaslu Harus Bertindak Tegas, Wak Genk: Jadikan Visualisasi Prajurit TNI-AL Konten Kampanye Pelanggaran Berat Pemilu

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 14:08 WIB

Medan, MPOL: Keberatan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) I Belawan atas video kampanye Calon Wali Kota Medan No Urut 1, Akhyar Nasution yang menampilkan visual prajurit TNI-Angkatan Laut (AL) menggendong Akhyar saat di Medan Utara yang diduga dijadikan konten kampanye harus disikapi secara serius oleh Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kota Medan.

“Walau pihak TNI tidak punya hak untuk memilih namun bila ada laporan keberatan soal pelanggaran aturan kampanye, harus disikapi dan ditindak lanjuti dengan serius, sehingga kedepan tidak terulang kejadian yang sama,” kata tim sukses Paslon Bobby-Aulia, Muh Abdi Siahaan (Wak Genk), kepada wartawan, Sabtu (24/10).

Wak Genk mengatakan, tidak terkecuali kepada Paslon yang lain, bila ada laporan pelanggaran agar ditindak lanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Aktivis sosial kemasyarakatan Sumatera Utara itu mengatakan, “pendomplengan” simbol atau atribut pemerintah atau institusi negara, merupakan pelanggaran berat dalam undang-undang Pemilu.

“Perlu dipertanyakan, apakah Paslon No urut 1 mengetahui apa yang dilaporkan Pangkalan Utama TNI-AL I Belawan yang menampilkan visual prajurit TNI AL menggendong Achyar Nasution,” tegasnya.

Kepada Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum) Kota Medan, sambung Muh Abdi Siahaan (Wak Genk), agar mempublikasikan tindakan yang dilakukan atas laporan Pangkalan Utama TNI-AL Belawan.

Kemudian, tambah Kadiv Investigasi LSM Peduli Bangsa Sumatera Utara itu, agar Bawaslu memerintahkan tim pemenangan Achyar-Salman menarik visual prajurit TNI-AL yang menggendong Achyar yang sudah sempat beredar di media sosial.

Sebagaimana berita yang beredar, visualisasi prajurit TNI-AL yang menggendong Achyar saat menjabat PLT Walikota Medan diduga dijadikan konten kampanye Pilkada Medan.

Keberatan Lantamal disampaikan Komandan Batalyon (Danyon) Marinir Pertahanan Pangkalan (Marhanlan) Lantamal I Belawan, Letkol Marinir Farick yang datang ke Sekretariat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Medan, Rabu (21/10/20) sore.

Menyikapi keberatan Pangkalan Utama I TNI-AL Belawan itu, KetuaBawaslu Medan Payung Harahap mengatakan, kedatangan Letkol Mar Farick dan anggotanya ke Bawaslu Medan dalam kaitan menyampaikan keberatan. “Mereka keberatan ada video seorang marinir yang menggendong calon pasangan nomor urut 1.”Mereka mau membuat laporan, tapi mereka tidak punya hak membuat laporan,” kata Payung, di Bawaslu Medan.

Payung menjelaskan, sesuai ketentuan yang diperbolehkan membuat laporan di Bawaslu adalah warga negara Indonesia yang punya hak pilih. Sementara TNI tidak punya hak pilih.

Meski begitu, kata Payung, bukan berarti mereka menolak atau tidak menindaklanjuti keberatan itu. “Kita limpahkan ke pihak terkait dalam hal ini tim paslon nomor urut 1,” jelasnya.

Laporan atau keberatan menyangkut Akhyar ini setidaknya kali ketiga masuk ke Bawaslu Medan. Sebelumnya, Akhyar dilaporkan terkait pencatutan logo Pemko Medan dalam spanduk dukungan Komunitas Tionghoa (KI TA) AMAN.

Akhyar kemudian juga dilapor ke Bawaslu Medan terkait dugaan pelanggaran atas dugaan berkampanye di lembaga pendidikan dan melibatkan anak bawah umur, saat berkegiatan di Rumah Tahfiz Anwar Saadah di Jalan Persamaan Gang Aman No 62, Simpang Limun, Medan Amplas, pada 14 Oktober 2020.

Untuk dugaan pelanggaran pidana pemilu ini, Sentra Gakkumdu tengah memproses. Akhyar juga telah memenuhi panggilan klarifikasi pada Rabu (21/10/20).***