Upaya Menghempang Laju Soekirman-Tengku Ryan Kandas

Kamis, 19 November 2020 | 15:22 WIB

Medan, MPOL : Berbagai upaya untuk menghempang laju pasangan Calon Bupati Soekirman dan Calon Wakil Bupati Tengku Muhammad Ryan Novandi untuk bisa bertarung di Pilkada Serentak 9 Desember mendatang di Kab. Serdang Bedagai (Sergai), kandas.

Terakhir, upaya menjegal pasangan yang disingkat ‘Beriman Trendi’ tersebut dilakukan lewat Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Medan, juga gagal.

Saat itu, PTTUN Medan mengabulkan permohonan pasangan nomor urut 1 Darma Wijaya-Adlin Tambunan, menyatakan SK KPU Sergai terkait penetapan pasangan nomor urut 2 sebagai peserta Pilkada batal dengan putusan PTTUN Medan nomor 6/G/Pilkada/2020/PT TUN-MDN tertanggal 13 November 2020.

Menanggapi putusan PTTUN Medan tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mengeluarkan surat tertanggal 17 November 2020 nomor 1055/HK.06-SD/03/KPU/XI/2020 sebagai jawaban surat KPU Sumut nomor 1063/HK.06-SD/12/Prov/XI/2020 tertanggal 14 November 2020 terkait putusan PTTUN Medan nomor 6/G/Pilkada/2020/PT TUN-MDN tertanggal 13 November 2020.

 

 

Surat dan instruksi KPU RI terkait putusan PTTUN Medan. (Foto: Ist)

Surat KPU RI yang ditandatangani Ketua Arief Budiman itu menyatakan, berdasarkan ketentuan Pasal 154 ayat (12) UU No. 10 tahun 2016, dimana pada pokoknya memberikan batas waktu dalam menjalankan putusan pengadilan (PTTUN atau MA), paling lambat 30 hari sebelum hari pemungutan suara, maka putusan PTTUN Medan nomor 6/G/Pilkada/2020/PT TUN-MDN tertanggal 13 November 2020 telah melewati batas waktu tersebut.

KPU RI juga menyatakan untuk menjamin kepastian hukum dalam penyelenggaraan pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati dan Wali Kota-Wakil Wali Kota, maka putusan PTTUN Medan berdasarkan ketentuan Pasal 154 ayat (12) UU No.10 tahun 2016 tidak dapat dilaksanakan.

Berkenaan dengan penjelasan tersebut, KPU Sergai segera mengadakan rapat pleno dalam rangka tindak lanjut putusan PTTUN Medan yang pokoknya menyatakan Putusan PTTUN Medan tidak dapat dilaksanakan berdasarkan ketentuan Pasal 154 ayat (12) Undang-Undang No. 10 tahun 2016.

“Yah, itulah upaya yang dilakukan untuk menghempang saya. Wajar karena saya juga maju dengan perjuangan yang cukup besar. Sejak awal saya sudah diganjal. Dan saat ini, upaya itu gagal mengingat sejumlah acuan yang menjadi dasar pelaksanaan Pilkada,” ucap Soekirman kepada wartawan, Rabu (18/11/20).

Soekirman berterimakasih kepada pihak yang menggugatnya di PTTUN. Pasalnya gugatan tersebut justru melahirkan empati yang sangat besar kepada dirinya untuk maju di Pilkada Sergai.

‘’Masyarakat semakin tahu siapa sebenarnya yang serius dengan niat tulus melanjutkan pembangunan di Sergai dan siapa yang gila jabatan. Masyarakat semakin banyak memberikan doa dan dorongan kepada saya untuk optimis menang. Dan itu terlihat nyata,” ujar Soekirman.

Soekirman menyebutkan, pihak-pihak borjuis lokal sebaiknya mempersiapkan diri untuk menerima kemenangannya. Karena rakyat bersatu menuju pembangunan Sergai yang lebih baik. Menghentikan segala upaya intimidasi dan upaya penyiksaan demokrasi.

“Karena kita berdemokrasi, kita tidak pernah menghempang siapapun maju di Pilkada Sergai. Kita tahu, rakyat hakim yang andal untuk menentukan pemimpinnya,’’ ujar Soekirman.

Soekirman juga mengatakan, sebagai petahana, berbagai cobaan telah dialami. Dianiaya dengan kebrutalan manuver oleh sejumlah pihak. Bahkan dirinya mengaku dikhianati oleh sejumlah orang-orang yang semestinya ada bersamanya.

‘’Rakyat tahu itu, dan saya yakin rakyat sedang mendayung perahu di laut lepas dengan ombak besar untuk menyelamatkan pemerintahan Sergai bersama dengan saya,” tutur Soekirman.

Di tempat terpisah, pendamping Soekirman di Pilkada Sergai, Tengku Muhammad Ryan Novandi yang merupakan putra mantan Gubsu dan Bupati Sergai, Tengku Erry Nuradi meresmikan posko pengaduan tentang kecurangan Pilkada di kantor DPD Partai NasDem Sergai di Jl. Medan-Tebing Tinggi, Desa Sei Bamban, Kec. Sei Bamban, Rabu (18/11/20).

‘’Posko ini didirikan atas instruksi DPW Partai NasDem Sumut yang bertujuan menerima laporan dan pengaduan dari masyarakat bila menemukan dugaan keterlibatan oknum ASN, penyelenggara Pemilu maupun oknum aparat penegak hukum yang tidak netral,’’ ucap Ketua DPD Partai NasDem Sergai M Taib Ali didampingi sekretaris Ali Amran.

Partai NasDem berharap harus berani melaporkan bila menemukan dugaan kecurangan Pilkada Sergai disertai dengan bukti-bukti yang kuat. ‘’Aduan dalam bentuk foto, video atau rekaman, bisa kirimkan langsung ke posko pengaduan atau hot line yang telah kami siapkan di 081363232727,’’ tandas Ali Amran. (Rel)