PMPHI: Bapaslon Vantas Tak Mau Jelekkan Lawan Politik Karena Dianggap Semua Saudara

Senin, 21 September 2020 | 17:59 WIB

 

Medan, MPOL:
Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia ( PMPHI) Sumatera Utara (Sumut) Drs Gandi Parapat menyebutkan, Rapidin Sombolon yang selama ini tidak diketahui lapisan masyarakat Samosir yang pernah dihukum oleh Pengadilan Negeri telah menimbulkan pertanyaan besar di masyarakat termasuk menjadi pertanyaan KPUD.

Hal itu itu kata Gandi di Medan, Senin (21/9/2020) sore, dimungkinkan akan mengurangi keinginan masyarakat memilih Rapidin Simbolon di Pilkada Kabupaten Samosir mendatang.

“Itulah salah satu membawah sial. Namun segala kelemahan yang akan membawah sial tidak pernah dimanfaatkan Vandiko Gultom dan Martua Sitanggang (Vantas) untuk meraih simpati masyarakat yang ada di Samosir maupun diluar Samosir”, sebut Gandi.

Kata Gandi, setiap Vandiko Gultom ditanya tentang kelemahan bupati Samosir Rapidin Simbolon selalu dijawab dengan senyum dan menyebut ‘mereka kan bupati kami, dan masih saudara, tidak baik membeberkan kelemahan orang, kalau untuk mencari kelemahanya lebih bagus tidak kalian datang ke Samosir ini, kami ingin jadi bupati/wakil bupati untuk menambah keberhasilanya’.

Masalah yang ada mencari atau menciptakan kelemahan bakal pasangan calon (Bapaslon) Vantas, seperti izajah Martua Sitanggang, sebelum ada klarifikasi KPUD, Vandiko pun menganggap itu tidak ada masalah.

Gandi menambahkan, informasi yang didapat dari masyarakat menjadi keberuntungan bagi Bapaslon Vantas , karena kejujuran dan kepintaranya. Kata warga , Tuhan melalui manusia akan memberi jabatan jabatan bupati dan wakil bupati kepada Vantas melalui masyarakat Samosir yang punya hak pilih.

Seandainya tidak ada tuduhan kepada Martua Sitanggang masyarakat akan memilih Rapidin, sedangkan Rapidin Simbolon saja yang sudah pernah dihukum tidak dipermasalahkan pendukung Vantas. Akibatnya masyarakat pun jadi beralih mendukung Vantas.

Menurut survei yang dilakukan PMPHI Sumut, Bapaslon Vantas masih sulit menembus jaringan kepala desa dan PNS/ASN, namun dari mulut ke mulut pasangan Vantas semakin dimimpikan masyarakat.

Sulitnya Vantas menembus jaringan PNS/ASN dan kepala desa secara terang-terangan, karena selama ini para Kades dan ASN berhubungan dengan Rapidin Simbolon.

“Namun beberapa kepala desa sudah mulai mendukung Vantas secara sembunyi”, sebut Gandi.

Adanya pihak yang mempermasalahkan izajah Martua Sitanggang, mungkin karena mereka merasa kalah, biasanya hal seperti itu dilakukan oleh pihak-pihak yang lemah selalu mencari kelemahan lawannya.

Namun bapaslon Vantas yang punya kemampuan lebih, tidak mau melakukan hal yang buruk, malah melarang untuk menjelek jelekkan seseorang apalagi lawan politiknya menjelang Pilkada, karena semua dianggapnya saudara atau famili.

” Demikian juga masalah Formapera yang unjuk rasa di DPRD Samosir yang meminta DPRD Samosir membuat untuk mempansuskan Bupati Rapidin Simbolon tidak ditanggapi Bapaslon Vantas, hal itulah yang membuat masyarakat termasuk PMPHI Sumut semakin kagum kepada Bapaslon Vantas”, tutup Gandi.