Wasekjen FSRI SU Johannes Sitompul

Pilkada Sibolga Harus Demokratis Tanpa Ada Intervensi

Rabu, 2 Desember 2020 | 19:54 WIB

 

Medan, MPOL: Wasekjen Forum Suara Rakyat Indonesia Sumatera Utara (FSRI SU), Johannes Sitompul, S.Sos, mengatakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) harus demokratis tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Hal tersebut dikemukakan Johannes kepada medanposonline, Rabu (2/12/2020) malam, terkait adanya laporan Tim Kampanye salah satu pasangan calon (Paslon) tentang keterlibatan oknum pejabat negara di Pilkada kota Sibolga.

Kata Johannes, dengan adanya dugaan pelanggaran melalui intimidasi kepada masyarakat untuk memilih paslon tertentu hal itu merupakan tindakan tidak terpuji dan mencederai semangat demokrasi.

Dikatakan, sebagai “Negeri Berbilang Kaum”, pasangan calon di Pilkada serentak Kota Sibolga juga diikuti dari berbagi latar belakang masyarakat yang beragam, termasuk dari jalur non partai (jalur perseorangan) .Hal ini menunjukkan tingkat demokrasi di Sibolga mulai meningkat. Namun dengan adanya intimidasi merupakan hal yang sangat disayangkan.

“Pesta demokrasi adalah pesta yang menyenangkan, dimana setiap orang yang mempunyak hak pilih dapat menggunakan hak suaranya secara merdeka dan demokratis serta bebas intervensi, bukan dengan paksaan atau ketakutan akan penguasa, apalagi dengan praktek politik intimidasi dan sebagainya”, sebut Johannes

“Kebebasan dan kemerdekaan dalam menentukan pilihan telah diberikan kepada yang sudah punya hak untuk memilih, biarkan mereka memilih dengan caranya sendiri, karena kelak pilihan itu sendirilah yang penjadi penentu kebijakan dan nasib kota Sibolga dimasa depan. Jadi, pilihlah figur yang benar-benar merakyat dan berasal dari rakyat demi dan untuk kedaulatan rakyat Sibolga”, tutup Wasekjen FSRI SU tersebut .**