Minta Salah Satu Bapaslon Wabup Diusut Tuntas, APMPD Samosir Unjuk Rasa ke KPU

Kamis, 17 September 2020 | 14:27 WIB
Samosir, MPOL : Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Demokrasi (APMPD) Samosir. Kamis, (17/9) melakukan unjuk rasa ke Kantor KPU di Jalan Rianiate Pangururan.
Koordinator aksi Charter Sitanggang, mengatakan, penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Samosir meminta penyelenggara KPU dan Bawaslu, mengedepankan prinsip demokratis demi tercapainya tujuan efektifitas dan stablitas pemerintahan daerah.
Sebab, dari informasi website resmi KPU Samosir, salah satu Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) ditemukan kejanggalan pada berkas yang diserahkan ke KPU atas nama Martua Sitanggang, Bapaslon Wakil Bupati dari Vandiko T Gultom atau Vantas.
Kejanggalan itu diduga ijazah SMA dan surat keterangan Martua Sitanggang, dipalsukan ditandai dengan beberapa kejanggalan lainnya, yakni ; 1. Pada  surat  keterangan  yang  dikeluarkan  SMP Negeri 1 Pangururan Nomor : 421.3/069/SMPN1.PRRN/IX/2020  bertanggal 07 September 2020, Martua Sitanggang lahir pada tahun 1952. Sedangkan pada ijazah nomor VCi No.  026 (Point A No.1) tertulis kelahiran 01 Februari 1954
Kejanggalan 2, Nama pada ijazah SMA  tertulis Martua S. bukan Martua  Sitanggang seperti yang termuat dalam  surat keterangan SMP Negeri 1 Pangururan Nomor : 421.3/069/SMPN1.PRRN/IX/2020. Ke 3, Nama Orang Tua pada Ijazah SMA  (Point A No. 1)  tertulis B. Sitanggang sedangkan pada surat keterangan SMP Negeri  1  Pangururan Nomor : 421.3/069/SMPN1.PRRN/IX/2020, nama  orang tua tertulis Wismark Sitanggang.
Kejanggalan 4. Tempat kahir pada  Ijazah SMA tertulis di Harian Boho-Tapanuli sedangkan pada surat keterangan dari  SMP Negeri 1 Pangururan  Nomor  : 421.3/069/SMPN1.PRRN/IX/2020 tertulis  tempat lahir di Pangururan.  Ke 5, Surat  keterangan  yang  dikeluarkan  SMA  Negeri  1  Kota  Jambi  Nomor  : 423/128/SMA 1/MN.2015 bertanggal  10  Maret 2015 memuat perubahan atas kekurangan penulisan nama  dan  kesalahan pada tempat lahir. Sedangkan  pada surat keterangan yang  dikeluarkan SMA Negeri 1 Kota Jambi Nomor  : 596/110/SMA  1/KM.2020  bertanggal 10  September 2020 memuat kekurangan penulisan nama dan kesalahan  penulisan nama orang tua tanpa  keterangan kesalahan pada tempat  lahir.
“Kami meminta transparansi KPU Samosir dan usut tuntas terkait dugaan ijazah palsu dan dugaan surat keterangan Martua Sitanggang. Apabila terbukti ijazah palsu atau surat keterangan palsu, maka kami mendesak KPU Samosir supaya tidak meloloskan pasangan “Vantas” sebagai peserta Pilkada Samosir,” sebut Charter Sitanggang, sembari meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan pemalsuan dokumen negara yang dilakukan dan digunakan Martua Sitanggang.
Pada kesempatan itu Ketua KPU Ika Rolina Samosir didampingi Komisoner KPU Samosir, menemui dan menerima pernyataan sikap Aliansi Pemuda dan Masyarakat yang berunjukrasa. Ika Rolina, mengatakan KPU bekerja berdasrkan peraturan UU Nomor 10 Tahun 2016. Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan verifikasi dan klarifikasi ke SMAN1 Jambi. “Masyarakat Samosir masih dibuka ruang untuk menyampaikan sanggahan dan bukti-bukti bila ada tanggapan masyarakat akan kami lakukan klarifikasi dan verifikasi,” kata Ika.
Setelah mendengar tanggapan KPU, massa APMPD meninggalkan Kantor KPU Samosir dengan tertib dan melanjutkan aksinya ke kantor Bawaslu. **