Korwil PMPHI Kembali Ingatkan Pilkada Memilih Orang,Bukan Yang Tidak Ada

Senin, 28 September 2020 | 14:30 WIB

 

Medan,MPOL:Kordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut) , Drs Gandi Parapat kembali mengingatkan jika pesta demokrasi atau pemilihan umum( Pemilu) adalah untuk memilih manusia, bukan memilih yang tidak ada.

Karenannya, dalam hal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 , baik Pilkada Gubernur, Walikota dan Bupati , kata Gandi harus ada yang “bertarung”, bukan pertarungan melawan yang tidak ada atau kotak kosong.

“Kita tahu, jika Pemilu itu pesta demokrasi yakni untuk pemilihan presiden, pemilihan gubernur, bupati,walikota, kepala desa dan anggota dewan. Kita memilih manusia untuk menjadi presiden, gubernur, bupati,walikota , kepala desa, dan DPRD/DPR/DPD, bukan memilih yang tidak ada”, kata Gandi Parapat di Medan, Senin(28/9/2020).

Hal tersebut dikemukakan Korwil PMPHI Sumut, Drs Gandi Parapat menyikapi pernyataan yang menyebut jika Pilkada melawan kotak kosong bisa sesuai Undang Undang (UU) Pilkada.

“Saya tidak perduli pendapat beberapa pakar hukum, baik profesor, akademisi ataupun siapa saja. Ada yang menyatakan diadukan saja ke MK, atau dibuat Perpu, dan menyatakan Pilkada sah menurut UU. Itulah yang saya maksud UU pembodohan. Coba tunjukkan dalam UU mana manusia dilaga dengan benda mati”, kata Gandi.

Ditambahkan, jika disebut memilih, berarti lebih dari satu yang akan dipilih. Dalam Pilkada tidak alasan karena tidak mampu memperoleh perahu partai politik atau perseorangan.

Makanya sebut Gandi dalam suratnya ke Presiden RI Joko Widodi tertanggal 16 September 2020, PMPHI Sumut meminta agar Pilkada yang melawan kotak kosong dibatalkan. Jika tak bisa dibatalkan, dibuat saja proses pelantikan dan biaya kampanye digunakan untuk membeli sembako dan dibagi kepada masyarakat.

Menurut Gandi, dalam Pancasila disebut kemanusiaan yang adil dan beradab. “Beradabkah kita membuat pertandingan manusia dengan kotak kosong?. Ini menurut saya tidak beradab. Jadi saya mengajak agar semua kita ini beradab. Uang untuk kampanye dibelikan untuk beras dan sampai kapanpun tidak akan saya terima hal seperti itu dan saya yakin Presiden memahami surat kami.

” Jangan habiskan uang untuk yang tidak berguna, kampanye kotak kosong pembodohan menghabiskan uang”, tutup Gandi.***