Konsolidasi DPP Partai Hanura di Samosir, Benni Pasaribu : Pasangan Vandiko -Martua Mampu Membawa Samosir Lebih Baik

Jumat, 27 November 2020 | 19:02 WIB
Samosir, MPOL : DPP (Dewan Pimpinan Pusat) Partai Hanura melakukan konsolidasi pemenangan pasangan Vandiko Timotius Gultom dan Martua Sitanggang (Vantas), di posko pemenangan Martua Sitanggang yang berada di Huta Saitnihuta, kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir, Jumat, (27/11-2020)
Konsolidasi ini membahas tentang peranan Partai Hanura dalam pemenangan pasangan calon (paslon) Vantas dan pembahasan mengenai koordinasi PAC dengan DPC untuk membangun Samosir maju, cerdas, milenial, jujur dan merakyat.
Suhanto Sitanggang Ketua DPC Hanura kabupaten Samosir menyampaikan, keberadaan Hanuara sudah tersebar di 8 Kecamatan. Saat mulai berdiri di Samosir sudah banyak berperan dalam kontes politik. Partai Hanura masih mampu bersaing memperebutkan kursi di DPRD pada 2009 menduduki 3 kursi, pada 2014 menduduki 3 kursi dan pada 2019 menduduki 1 kursi.
Untuk itu diharapkan perhatian lebih dari pimpinan pusat agar memperhatikan kelangsungan partai Hanura di Samosir. “Pada 2020 dipercaya mengusung pasangan Vantas dan menurut persentase sudah 48 persen,” ungkap Suhanto.
Konsolidasi partai itu dihadiri Benni Pasaribu (Koordinator Kegiatan Indonesia Bagian Barat), Denny Situmorang, S.E, M.Th, (Ketua Bidang Advokasi Kemasyarakatan). Hanna Simanjuntak (Sekretarsi Bidang Pemberdayaan Ekonomi), Suhanto Sitanggang (Ketua DPC), Edward P. Malau (Sekretaris) dan anggota PAC dari 9 desa.
Deni br. Situmorang mengatakan, dalam rangka pesta demokrasi, sebagai partai pengusung turun untuk menyemangati seluruh struktural yang ada di kabupaten. Dengan melakukan konsolidasi, verifikasi, dan koordinasi terhadap anggota DPC Samosir. Supaya partai Hanura semakin solid mulai dari anak ranting, DPC, PAC sampai ke pusat.
Sementara Benni Pasaribu menyebut sebagai pemrakarsa berdirinya kabupaten itu, ia menyoroti pembangunan di Samosir yang masih satu dengan Kabupaten Toba, tidak banyak bantuan yang sampai ke Samosir. Benni menuturkan bagaimana dulu kabupaten ini belum ada jembatan dan jalan seperti sekarang. Diakuinya ada banyak pembangunan, namun tidak signifikan perkembangannya.
Lelaki yang pernah tinggal di Sianjur Mula-mula ini mengatakan nanti di pemerintahan Presiden Jokowi, Kabupaten Samosir mendapat pembangunan yang lumayan banyak. “Pembangunan ini semata mata karena program Presiden Jokowi, bukan karena bupatinya” ujarnya.
Masa pemerintahan sebelumnya sampai sekarang ini banyak kemerosotan. Contohnya pendidikan, mutu pendidikan merosot jauh. Dulu banyak tamatan sekolah Pangururan yang diterima di perguruan tinggi dan banyak jadi pejabat. Kemudian sektor pertanian, jalan ditempat. Dulu Pangururan terkenal dengan bawang dan padi. Begitu juga sektor pariwisata, dulu banyak turis yang datang mengantar uangnya.
Untuk meningkatkan beberapa hal diatas Benni Pasaribu meyakini Vandiko mampu memimpin Samosir ke arah yang lebih baik. Menurutnya, Vandiko tidak terikat dengan dengan kehidupan masa lalu yang bisa mempengaruhi kepemimpinannya. “Vandiko masih mau diberi nasihat, masih mau belajar dan sangat hormat kepada orang tua, tidak ada jiwa premanisme, pikirannya masih polos tidak sarat kepentingan” imbuhnya.
Dia berharap warga Samosir yang memiliki akal sehat dan ingin melihat Samosir ada perubahan harus memilih pemimpin yang gesit, cerdas, dan pro rakyat. **