Kini Menjadi Perhatian Masyarakat Samosir, Vandiko Gultom Ingin Jadi Bupati Setelah Minta Izin Kepada Tuhan Melalui Doa

Minggu, 30 Agustus 2020 | 13:49 WIB

 

Medan, MPOL: Koordinator Wilayah (Korwil) Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumatera Utara (Sumut), Drs Gandi Parapat menyebut, Ir.Vandiko Gultom dan Martua Sitanggang saat ini menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Samosir. Apabila pemilihan Bupati digelar bulan ini, diyakini Vandiko- Martua Sitanggang akan menjadi pemenang.

Keyakinan itu sebut Gandi Parapat setelah Tim PMPHI Sumut mengunjungi Kabupaten Samosir, dan bertatap muka lansung bersama masyarakat di sejumlah kecamatan.

” Keyakinan kami berdasarkan survei langsung dan melihat jumlah dukungan partai dan tokoh masyarakat yang ada di Kabupaten Samosir tersebut kepada Vandiko “, kata Gandi Parapat di Medan, Minggu(30/8/2020) siang.

Menurut Gandi, ada tiga pasang yang menjadi calon bupati/wakil bupati di Samosir. Namun ketika tim PMPHI Sumut menanyakan tentang si A dan si B, masyarakat tidak begitu merespon .Tetapi ketika ditanya tentang Vandiko Gultom, hampir semua masyarakat mengenalnya.

Gandi pun menyebut, jika Vandiko Gultom yang berpenampilan sederhana, sudah mempersiapkan mental. “Hal itu terlihat saat kami coba biar marah, tapi tetap tenang, nampak persiapan mental dan ilmu untuk diaplikasikankan di Samosir sudah siap”, katanya.

Dalam sebuah kesempatan kepada Tim PMPHI Sumut, Vandiko menyebut membangun bukan harus bupati, tetapi kerja nyata untuk langsung berbakti. Vandiko Gultom ingin melanjutkan program yang baik dari bupati saat ini dan Vandiko tidak mau menceritakan kelemahan bupati Simbolon dan kelemahan itulah nanti yang segera dibenahi.

” Vandiko Gultom tetap tidak mau menceritakan kekurangan bupati Simbolon karena sudah berupaya berbuat yang terbaik. Namun masyarakat menginginkan untuk kedepan Vandiko Gultom membenahi apa apa saja yang belum menyentuh kehidupan masyarakat Kabupaten Samosir.

Gandi mengakui jika Vandiko Gultom punya kelemahan karena masih lajang. Namun Tim PMPHI Sumut sangat terharu ketika Vandiko Gultom memberi alasan untuk mencapai cita-cita harus dengan pemikiran yang bulat, tidak bercabang-cabang.

” Cita-cita saya mengabdi dulu baru berpikir untuk kepentingan pribadi seperti pernikahan.Kalau saya nikah duluan, belum tentu cita cita untuk membangun Samosir direstui istri . Orang tua saya juga kaget ketika saya mohon izin dan doa, namun karena melihat ketulusan dan kemampuan saya, mereka akhirnya merestui setelah saya menceritakan sudah lebih dulu minta izin kepada Tuhan melalui Doa, masalah kawin itu belum bagian dari cita- cira saat ini”, kata Vandiko seperti dikutip Gandi Parapat.

Bagaimana tanggapan PMPHI Sumut tentang upaya kelompok kecil untuk menjatuhkan keluarga dan niat tulus Vandiko Gultom dengan Martua Sitanggang?, Gandi menyebut kalau hal itu biasa dalam dunia politik dan itu belum tentu dari kedua pasangan lawan tanding Vandiko Gultom dan Martua Sitanggan. Tetapi PMPHI Sumut yakin mental dan moral Vandiko Gultom dan Martua Sitanggang sudah siap menghadapi hal seperti itu.**