Ketua PBNU Minta DPR RI Cabut RUU HIP

Jumat, 3 Juli 2020 | 20:38 WIB
Jakarta, MPOL : Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), meminta DPR mencabut dan menyusun ulang seluruh substansi Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang tengah pro kontra di masyarakat, demikian Said Aqil Siraj mengusulkan saat dikunjungi Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ahmad Basarah, Syarif Hasan, Zulkifli Hasan, dan Arsul Sani, Jumat (3/7/20) di kantor PBNU Jakarta.

Menurut Said Aqil Siraj, agar RUU tersebut diubah menjadi RUU tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) usai melalui proses perombakan. “Sebaiknya RUU HIP ini dicabut. Judul juga diubah total supaya tidak multitafsir. Langsung saja jadi RUU BPIP.”

Ia menilai pembahasan RUU HIP sudah mengalami gejolak dan gelombang penolakan di tengah-tengah masyarakat saat ini. Oleh karena itu, ia meminta agar RUU tersebut dicabut pembahasannya di DPR secara menyeluruh.

Ia mengaku tak setuju bila RUU HIP diubah namanya menjadi RUU Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP). Bila RUU itu hanya sekadar berganti nama, maka tak akan menyelesaikan persoalan dan meredam gejolak di tengah-tengah masyarakat.

Pernyataan itu merespons para purnawirawan TNI-Polri yang dipimpin Mantan Wakil Presiden ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno yang meminta RUU HIP diubah menjadi RUU PIP, Kamis (2/6/20) di MPR RI.

“Ini cuma pura-pura saja, kamuflase saja. Karena banyak masyarakat bawah, kyai-kiai masih belum memahami hal itu. Maka sebaiknya RUU HIP dicabut total,” tutur Said Aqil Siraj. **