17 Anggota DPRD Nilai Kepemimpinan Bupati Simalungun Radiapoh Sinaga Arogan

Jumat, 21 Januari 2022 | 21:58 WIB

Simalungun,MPOL: Juru bicara 17 anggota DPRD Simalungun yang membuat hak interpelasi, Bona Uli Rajagukguk didampingi Histoni Sijabat mengatakan tidak ada kepentingan pribadi terkait pengajuan hak interpelasi 17 anggota DPRD Simalungun kepada Bupati Simalungun, melainkan bagaimana agar visi dan misi Bupati Simalungun Radiapoh Sinaga untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Simalungun bisa terwujud.

Dikatakan, 17 anggota DPRD menilai kepemimpinan Radiapo Hasiholan Sinaga selama memimpin di Tano Habonaron do Bona menunjukkan kepemimpinan yang arogan, dibuktikan acapkali setiap sidang paripurna di gedung DPRD, tenaga ahli yang di SK kan Radiapoh Hasiholan Sinaga itu duduk bersama dengan para OPD.

Padahal SK pengangkatan tenaga ahli Bupati Simalungun itu sudah diusulkan DPRD saat paripurna untuk dibatalkan dengan alasan karena tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah no 72 tahun 2019  , dan sampai saat ini pembatalan itu belum dilakukan bupati,  para anggota DPRD menilai Bupati Simalungun menyepelekan lembaga legislatif.

Para anggota legislatif dalam catatan hak interpelasi itu juga disebutkan, ada beberapa pelanggaran  yang dilakukan bupati, seperti pengangkatan Sekretaris Daerah (Sekda) tidak sesuai dengan  Undang Undangan no 5 tahun 2014 tentang ASN   serta PP no 46 tahun 2011.

Tindakan Bupati Simalungun yang mengganti 18 pejabat stara eselon II dilingkungan Pemerintahan Kabupaten Simalungun, dinilai DPRD  sebagai tindakan semena-mena,bahkan cendrung amburadul tidak terlepas dari nepotisme, hal ini akan jadi perhatian serius bagi 17 anggota legislatif.

Terpisah, Robert Ambarita,mantan pejabat KPU Simalungun dua periode ketika dimintai tanggapannya mengatakan, hak interpelasi itu sah-sah saja,tapi banyak menilai hak interpelasi meningkatkan posisi tawar dari legislatif ke eksekutif. ***