Usai Gorok Leher dan Buang Korbannya ke Sungai Denai, Pelaku Ditangkap di Tembung. Motif Karena Kesal

Senin, 16 Maret 2020 | 18:16 WIB

Medan – Muhammad Antoni Akbar alias Toni (32) warga Jl. Menteng VII Gg. Bahagia, Kel. Menteng, Kec. Medan Denai, tersangka pelaku tunggal pembunuhan terhadap pria tanpa identitas akhirnya diringkus Tekab Polsek Medan Area. Pengungkapan ini patut diapresiasi dan diacungi jempol. Pasalnya, pengungkapan kasus pembunuhan ini tak sampai 1×24 jam sejak mayat korban ditemukan mengapung di Sungai Denai, Sabtu (14/3/2020) petugas berhasil membekuk tersangkanya, Minggu (15/3/2020) sekira pukul 05.30 Wib.

Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan didampingi Kapolsek Medan Area, Kompol Faidir Chan, dalam paparan kasus di Polsek Medan Area, Senin (16/3/2020) sore, mengatakan bahwa tersangka berhasil dibekuk di rumah saudaranya di Jl. Bantan, Kel. Bantan, Kec. Medan Tembung.

Dijelaskannya, pengungkapan ini bermula saat petugas mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada mayat terapung di pinggir Sungai Denai. Kemudian, petugas mengecek TKP dan ternyata korban tanpa identitas tangan terikat ke belakang, kaki terikat dan leher digorok hampir putus.

Selanjutnya, Polsek Medan Area melakukan penyelidikan ke arah hulu sungai sekitar 1,5 Km tidak jauh dari ditemukan mayat. Sebelum sampai di sebuah gubuk pinggir sungai, petugas melihat tersangka lari dan masuk ke dalam gubuk.

“Karena curiga petugas langsung masuk ke dalam gubuk tersebut. Disanalah kita melihat bercak darah dan ditemukan sebilah senjata tajam jenis pisau, sandal dan mancis. Maka diduga kuat tersangka merupakan pelaku pembunuhan,” katanya.

Masih dikatakannya, saat akan disergap tersangka langsung melarikan diri dengan melompat ke sungai. Lalu petugas bertanya ke masyarakat sekitaran sungai bahwa yang kabur itu adalah tersangka M. Antoni Akbar. Petugas kemudian melakukan pencarian di seputaran sungai hingga malam hari, namun tak kunjung mendapati keberadaan tersangka.

“Esoknya, Minggu (15/3/2020) sekira pukul 05.30 Wib, petugas mendatangi adik ibuknya di Jl. Bantan, Kec. Medan Tembung dan melakukan Pengeledahan di rumah tersebut. Alhasil, tersangka kita amankan sedang bersembunyi di bawah kolong tempat tidur,” ungkapnya.

Hasil interogasi, sambungnya, tersangka mengakui perbuatannya telah membunuh karena menuduh korban mencuri dengan cara mengikat kaki dan tangan korban. Melilitkan kabel ke leher korban dan menggorok leher korban berulang kali hingga korban meninggal di tempat. Lalu mayatnya dibuang ke Sungai Denai dimana tersangka juga tidak mengetahui nama maupun alamat korban.

“Dalam kasus pembunuhan ini tidak ada motif lain. Korban hanya dituduh tersangka telah melakukan pencurian dimana saat itu korban tengah melintas membawa goni botot. Saat ditanya korban tidak ada niat melakukan pencurian,” ucapnya.

Sementara itu, tersangka saat diwawancarai mengaku kesal karena di kampung tempat tersangka tinggal sering kehilangan barang.

“Sampai saat ini identitas korban belum diketahui. Kita tetap melakukan penyelidikan terkait identitas korban dengan memperbanyak foto-foto korban ke berbagai media, grup sosial media dan mencetak foto korban untuk disebarkan ke berbagai media online, cetak serta elektronik,” pungkasnya.

Sebagai barang bukti petugas mengamankan sebilah pisau belati, kabel cok sambung serta pakaian, celana dan sandal milik tersangka dan korban. (Arya)