Unjuk Rasa Pemuda Pancasila Berujung Ricuh

Kamis, 25 November 2021 | 22:31 WIB

Jakarta, MPOL: Unjuk rasa Pemuda Pancasila di DPR RI berujung ricuh, pihak kepolisian membubarkan paksa setelah ada anggota kepolisian terjadi pemukulan, di depan gedung DPR RI, Kamis (25/11) di DPR RI Jakarta.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yugo Aparat kepolisian membubarkan paksa demo massa Pemuda Pancasila (PP) usai unjuk rasa berujung kericuhan, pembubaran paksa itu terlihat sejumlah peserta demo ada yang diamankan petugas.

Pembubaran demo tersebut dilakukan setelah kepolisian mendapat laporan ada anggotanya yang dipukuli peserta demo Pemuda Pancasila. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo terjun ke tengah massa aksi untuk memprotes dugaan pemukulan yang dilakukan peserta demo Pemuda Pancasila terhadap anggotanya.

“Siapa yang pukul anggota saya? Saya Komandannya!” ujar Sambodo.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi kemudian merespons protes Sambodo tersebut dengan memerintahkan peserta demo Pemuda Pancasila untuk segera membubarkan diri karena situasi mulai mengarah tak kondusif.

Dia marah karena salah satu anggotanya yang tengah mengawal aksi menjadi korban pengeroyokan oleh massa PP di sana. Suasana mendadak menegang sebelum petugas kemudian membubarkan massa secara paksa.

“Perwira kami, AKBP dikeroyok, luka-luka. Apakah itu tujuan rekan-rekan datang ke mari. Melawan kami yang mengamankan rekan-rekan sekalian. Melawan kami, mengeroyok kami, yang mengawal rekan-rekan sekalian,” tutur Hengky dari atas mobil komando.

Hengky dengan lantang kemudian meminta koordinator aksi bertanggung jawab atas insiden yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Aparat pun lantas terjun merespons seruan Kombes Hengki dan menggiring massa untuk meninggalkan arena demo di depan Gedung DPR.
Beberapa anggota Pemuda Pancasila tampak ikut diamankan petugas. Jumlahnya mencapai belasan orang.

Aksi tersebut semula digelar PP yang menuntut permintaan maaf dari politikus PDIP Junimart Girsang atas pernyataannya yang menyebut PP merupakan ormas yang kerap terlibat bentrok. Aksi yang dimulai sejak pukul 12.00 WIB, beberapa kali sempat memicu bentrok. Massa sempat memblokade jalan sehingga menyebabkan arus lalu lintas tersendat.