Tukang Parkir di Bagan Percut Lakukan Pungli, Parkir Mobil Rp 25 Ribu

Senin, 14 Juni 2021 | 01:17 WIB

Percut, MPOL: Pungutan liar (pungli) masih sering dilakukan tukang parkir terhadap pengendara bermotor termasuk di lokasi kuliner Bagan Percut di Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Informasi di dapat, seorang preman melakukan pungli dengan meminta uang parkir kepada pengendara mobil sebesar Rp 25 ribu.

Pengunjung yang tidak terima diminta uang parkir sedemikian besar, sontak melakukan perlawanan, dan merekam kejadian ini lewat ponsel.

Saat disebarkan di media sosial, kejadian pungli ini seketika menjadi viral.  Dilihat dari akun @medantalk, Minggu (13/6/2021), video tersebut telah mendapatkan komentar 2000 lebih netizen.

Dalam tayangan terlihat, pada Sabtu (12/6/21) kemarin pungli ini bermula ketika rombongan pengunjung mendatangi lokasi wisata kuliner Bagan Percut sekaligus menyantap makanan.

Setelah itu, rombongan ini kemudian beranjak meninggalkan lokasi dengan menaiki mobil dan memberikan uang Rp 5 ribu.

Namun tukang parkir diduga liar ini menolak diberikan uang Rp 5 ribu. “Gak ada ceritanya lima ribu,” kata preman tersebut.

Salah seorang perempuan dalam rombongan tersebut balik melawan. Dengan suara lantang, ia balik membentak preman tersebut.

“Besok taruk sini Rp 25 ribu, biar gak ada orang kemari. Mati nanti lama-lama Rp 25 ribu. Wisata apa, macam apa Rp 25 ribu, wisata apa kayak gini, kasih tau lain kali, kalau orang gak ada duit cemana,” katanya kepada tukang parkir tersebut.

“Dua puluh lima ribu, dua puluh lima ribu woi disini masuk, jangan kalian iya iyakan, orang gak ada duit cemana,” teriaknya.

Melihat adanya kegaduhan, salah seorang pria datang melerai dan meminta agar jukir tersebut menerima uang Rp 5 ribu yang diberikan pengunjung yang dating rombongan naik mobil.

Kejadian itu membuat netizen riuh di kolom komentar. Salah seorang netizen menyebutkan, maraknya pungli di Sumut membuat sektor pariwisata tidak maju.

Sementara, salah seorang petugas di sentral pelayanan kepolisian terpadu (SPKT) Polsek Percut Sei Tuan ketika dihubungi mengatakan akan menindaklanjuti laporan tersebut. (*)