Terima Uang Santunan Rp. 120 Juta, Sarpan Korban Penganiayaan Oknum Polisi Berdamai

Senin, 31 Agustus 2020 | 22:21 WIB

Medan, MPOL : Sarpan (57) saksi kasus pembunuhan yang terjadi di Jl. Sidumolyo Pasar IX, Desa Sei Rotan, Kec. Percut Sei Tuan, telah berdamai. Sarpan yang merupakan korban kasus dugaan penganiayaan oknum Polsek Percut Sei Tuan ini resmi mencabut laporan pengaduan di Sat Reskrim Polrestabes Medan, Senin (31/8/2020) sekira pukul 11.00 WIB.

“Korban Sarpan mencabut pengaduannya dan meminta agar perkara tidak dilanjutkan ke Pengadilan dan meminta perkara dihentikan tanpa ada unsur paksaan dan tekanan dari pihak manapun,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing kepada wartawan.

Ia mengatakan korban dan pihak Unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan sepakat melakukan perdamaian dan selanjutnya menjadi persahabatan dan persaudaraan kedepan dan apabila Sarpan ada kesulitan setiap saat bisa menghubungi pihak kepolisian.

“Korban membuat pernyataan untuk tidak melanjutkan pengaduannya di depan hukum,” kata Kasat.

Dalam surat perdamaian yang beredar diterima wartawan, korban menerima uang santunan sebagai biaya perobatan dan rasa empati sebesar Rp. 120 juta akibat dari peristiwa yang dialaminya.

Diketahui, Sarpan membuat laporan atas kasus penganiyaan yang dialaminya ketika diperiksa di Polsek Percut Sei Tuan sebagai saksi pembunuhan yang merenggut nyawa seorang kuli bangunan Dodi Somanto alias Andika (41) warga Jl. Letda Sujono Gg. Gelatik, Kec. Percut Sei Tuan, Kamis (2/7/2020) kemarin.

Sebelumnya, puluhan warga dari Jalan Sidumolyo Desa Sei Rotan Kecamatan Percut Sei Tuan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Polsek Percut Sei Tuan Jl. Letda Sujono Medan, Senin (6/7/2020) sore.

Aksi unjuk rasa ini digelar mendesak pihak kepolisian untuk membebaskan Sarpan.

Atas kasus pembunuhan ini, Sat Reskrim Polrestabes Medan telah menetapkan tersangka pembunuhan yakni Anzar (27). Tersangka mengakui membunuh korban menggunakan cangkul hanya karena kesal dibully korban. *