Soal Laporan Dugaan Penganiayaan

Teman Terlapor Ribut-ribut dengan Penyidik Polrestabes Medan, Kasat Reskrim Berikan Penjelasan

Rabu, 26 Januari 2022 | 14:20 WIB

Medan, MPOL : Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polrestabes Medan terlibat ribut-ribut dengan seorang teman terlapor dalam kasus dugaan penganiayaan. Kejadian itu terjadi di ruangan Unit PPA, Senin (22/1/2022) sekira pukul 11.45 WIB.

Menanggapi hal tersebut, wartawan mencoba mengkonfirmasi kepada Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Dr. Muhammad Firdaus, Rabu (26/1/2022). Menurutnya, terjadi mis komunikasi yang mengakibatkan terjadinya keributan antara penyidik Aipda Kristina Panjaitan dengan Hesti Sitorus selaku teman terlapor atas nama Purnama Rika Ginting dan Rosyanti Ginting.

Sebelumnya, Aipda Kristina Panjaitan tengah menangani perkara dugaan tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang/ penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 sub 351 KUHPidana atas nama pelapor Arusmawan Br Purba dan terlapor atas nama Purnama Rika Ginting dan Rosyanti Ginting dengan dasar laporan polisi nomor: LP/ B/ 2273/XI/ 2021/ SPKT/ Polrestabes Medan/ Polda Sumut, tanggal 5 November 2021.

Kasat menjelaskan, kejadian bermula saat pelapor sedang berada di halaman rumahnya Jl. Mongonsidi Baru I No.13, Kec. Medan Polonia, pelapor melihat kedua terlapor mengangkat kiosnya ke atas parit persis di depan rumah pelapor, Jumat (5/11/2021) sekira pukul 15.30 WIB. Sebelumnya, kios tersebut telah digusur oleh SatPol PP.

“Kemudian pelapor melarang agar jangan berjualan lagi dan pelapor menghalang-halangi pada saat kedua terlapor mengangkat kios tersebut, namun kedua terlapor tidak senang dan menarik-narik pelapor sehingga pelapor mengalami luka lecet di tangan,” katanya.

Selanjutnya, penyidik memanggil kedua terlapor untuk datang ke Unit PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan, Senin (24/1/2022). Pemanggilan itu berdasarkan S.Pgl / 295/ I/ Res.1.6/ 2022/ Reskrim, tanggal 20 Januari 2022 untuk diperiksa sebagai saksi.

Kemudian, sekira pukul 11.30 WIB, kedua saksi terlapor datang beserta dua rekannya, Hesti Sitorus yang merupakan ASN di Kantor Camat Medan Baru dan Marintan Gultom.

“Pada saat itu teman terlapor, Hesti Sitorus bertanya kepada penyidik Aipda Kristin Panjaitan. Katanya kenapa kalian naikkan penyidikannya? Kenapa kalian panggil orang ini dua. Saya ada di tempat kejadian, kenapa saya tidak diperiksa,” kata Firdaus menirukan ucapan Hesti.

Lalu, Aipda Kristina menjawab ‘ibu siapa? Apa kepentingan ibu dalam perkara ini? Yang kemudian langsung dijawab Hesti ‘saya saksi dalam perkara ini. Penyidik menjawab ‘maaf ya, ibu kan belum dipanggil dalam perkara ini, silahkan di ruang tunggu, kami ambil keterangan saksi terlapor dulu. Di situ Hesti tidak mau keluar bahkan bersikeras tetap di ruangan Unit PPA.

Tak lama kemudian, mendengar adanya ribut-ribut, Kasubnit PPA Iptu Masrahati Br Sembiring keluar dari ruangan dan bertanya kepada Hesti, ada apa kok ribut-ribut? Hesti malah menghardik dengan mengatakan ‘ada apa kau bilang? siapa kau rupanya?.

Kasubnit pun menjelaskan bahwa dirinya Panit di PPA Sat Reskrim Polrestabes Medan. Ia mengatakan siapa yang dipanggil itu yang diminta keterangannya, sembari mempersilahkan Hesti di ruang tunggu.

Namun Hesti masih bersikeras tidak mau ke ruang tunggu dan mengatakan bahwa Polrestabes Medan adalah kantor masyarakat dan bebas orang mau masuk kemari.

“Kurekam kalian semua di sini dan saya laporkan ke Mabes Polri dan Kapolda,” kata Hesti.

Kemudian, Aipda Kristina melarang Hesti merekam dan mengajak keluar dari ruangan Unit PPA. Namun, di situ Hesti meronta-ronta sehingga Aipda Kristina dan Hesti pun terjatuh dengan posisi tubuh Hestu menimpa Aipda.

“Jadi kronologis sebenarnya seperti itu, tidak ada penganiayaan. Sudah dilakukan upaya mediasi oleh Tim Paminal Polretabes Medan di ruang SPKT, namun Hesti tidak mau dimediasi,” kata Firdaus.

Selain itu, pihaknya juga telah memfasilitasi Hesti Sitorus membuat laporan polisi terkait peristiwa adanya tindak pidana yang dialaminya.

“Besok, Kamis (27/1/2022) kita undang kedua belah pihak untuk dilakukan mediasi,” pungkasnya. *