Tabrakan Maut di Desa Gunung Kataran 9 Orang Tewas, Sopir Bus Jadi Saksi dan Dipulangkan

Selasa, 2 Maret 2021 | 20:03 WIB

Tebing Tinggi, MPOL: Polisi masih melakukan penyidikan tabrakan maut antara mobil Avanza kontrak Bus Intra di Desa Gunung Kataran Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Serdang Bedagai.

Dalam peristiwa itu 9 orang penumpang Avanza meninggal dunia termasuk supir Avanza Fahrul Hanafi.

“Saat ini perkembangan penahanan perkaranya sudah kita tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Dari dugaan sementara yang kita lakukan, hasil identifikasi, pengemudi Avanza ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolres Tebingtinggi AKBP Agus Sugiyarso S.IK, dalam keteranganya kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).

Kapolres menjelaskan, kecelakaan maut diawali dari mobil Avanza melebihi kecepatan, kemudian kapasitas penumpang yang sudah overload tentunya mempengaruhi dari stabilitas laju kenderaan. Dan diduga juga kecelakaan diawali dari pecah ban. Jadi itu yang menjadi penyebab lakalantas yang menonjol kemarin.

“Kami juga menyampaikan bahwa pengemudi bus kita periksa sebagai saksi dan saat ini sudah kita lepaskan karena bus saat kejadian lakalantas berada dijalur yang benar. Jadi kita berani melepas orang yang tidak bersalah,” kata Kapolres.

Dikarenakan tersangka meninggal dunia saat kejadian lakalantas, menurut Kapolres kelanjutan kasus ini kemungkinan kita akan melakukan Gelar Perkara terlebih dahulu. “Karena tersangkanya meninggal dunia maka itu salah satu syarat untuk penghentian penyidikannya atau SP3,” ujar Kapolres.

Dalam kesempatan itu Kapolres Tebingtinggi juga menyampaikan terkait razia knalpot blong yang telah dilakukan pada malam Minggu kemarin adalah merespon keluhan warga masyarakat Kota Tebingtinggi yang resah dengan adanya suara-suara bisingnyang dikeluarkan knalpot racing atau blong.

“Ini sesuai dengan Undang-undang Lalulintas No. 22 Tahun 2009 tentang kenderaan yang tidak memenuhi persyaratan tehknis termasuk penggunaan knalpot blong bisa dikenakan pidana dengan ancaman 1 sampai 2 bulan dan denda Rp.250 hingga Rp.500 ribu,” jelas Kapolres

Kapolres berharap kepada seluruh orang tua peduli dengan anaknya yang mengendarai sepedamotor dan tertib berlalu lintas seperti menggunakan helm dan kaca spion. “Ini semua demi keselamatan kita bersama dalam berlalu lintas. Jadilah pelopor keselamatan dalam berlalulintas,” harap AKBP Agus Sugiyarso. (*)