Sopir dan Penumpang Avanza Korban Amuk Massa, Kapolrestabes Imbau Masyarakat Jangan Main Hakim Sendiri

Senin, 27 Juni 2022 | 13:37 WIB

Medan, MPOL; Aksi main pukul terhadap sopir kembali terjadi. Tapi kali ini, selain sopir, penumpang juga menjadi korban amuk massa.

Korbannya SB (49) sopir warga Jermal XII,  Kelurahan Denai, Kecamatan Medan Denai Kota Medan dan temannya, F jadi bulan-bulanan massa usai menabrak pengendara sepeda motor.

Kejadian berawal Minggu (26/6/22) siang saat mobil Avanza bernomor polisi BM 1841 PN yang dikendarai korban melaju dari arah Menteng menuju arah Denai.

Saat bersamaan muncul sepeda motor menuju arah Menteng sehingga terjadi senggolan di body kanan mobil.

Lalu, pengendara mobil berhenti mau menolong pengendara sepedamotor.

Namun warga dan penguna jalan lainnya berdatangan sehingga pengendara mobil diduga takut dan tancap gas meninggalkan lokasi.

Massa yang mengetahui kejadian itu, mengejar mobil tersebut. Sampai di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Simpang Jalan Pelangi mobil terhenti karena arus lalu lintas lagi macet.

Massa yang mengejar melakukan pengerusakan mobil dan melukai pengemudi dan penumpang mobil.

Petugas yang melihat kejadian tersebut langsung meredakan situasi.

Mobil yang dirusak massa.(Isu)

Atas kejadian tersebut petugas mengamankan mobil, sopir , dan penumpang di bawa ke Rumah Sakit (RS) Madani untuk perobatan kemudian dibawa ke Polek Medan Area untuk dimintai keterangan.

Hingga kini kasusnya masih ditangani pihak Polsek Medan Area.

Aksi main hakim sendiri terhadap pengemudi mini bus ini mendapat sorotan dari Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda.

Kapolrestabes dalam keterangannya kepada wartawan Senin (27/6/22) mengimbau kepada seluruh pengguna jalan, apabila mengalami kecelakaan lalulintas (Laka Lantas) agar segera membantu korban dan melaporkan kepada kepolisian terdekat.

Begitu juga kata mantan Direktur Lalu Lintas Polda Sumut ini bagi masyarakat yang melihat kejadian Laka Lantas agar tidak melakukan tindakan main hakim sendiri.

Kombes Valentino Alfa Tatareda mengingatkan bahwa tindakan main hakim sendiri itu merupakan pelanggaran hukum.

“Biarkan proses hukum berjalan dengan baik tanpa menimbulkan permasalahan baru,” harapnya. (*)