Soal Pemerasan Bongkar Muat Rp. 1,5 Juta, Oknum Ketua dan Bendahara SPSI Ditahan

Selasa, 7 April 2020 | 21:18 WIB

Medan – Setelah memeriksa secara intensif terkait pemerasan bongkar muat di Gudang Alfamidi Jl. MG Manurung, Kel. Timbang Deli, Kec. Medan Amplas, penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan akhirnya menetapkan dua orang tersangkanya.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicholas Sidabutar didampingi Kanit Pidum, AKP Ricky P Atmaja, Selasa (7/4/2020) malam, mengatakan adapun dua orang tersangka yang ditahan yakni Ketua SPSI Timbang Deli berinisial AFT (48) dan bendaharanya berinisial AP (59).

“Setelah dilakukan pemeriksaan dua orang ditetapkan tersangka dan sudah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut,” tegasnya, Selasa (7/4/2020) malam.

Sementara, sambungnya, untuk dua orang anggota SPSI yang sempat diamankan polisi untuk dimintai keterangan yakni RS (38) dan ES (37) statusnya masih saksi.

Dalam kasus tersebut, dikatakan Ronny, pihaknya turut mengamankan barang bukti surat bukti pengantaran barang ke Alfamidi, kwitansi tanda terima uang, copy surat tanda anggota SPSI yang beroperasi tanggal 4 April 2020 dan surat pengangkatan Ketua SPSI Kelurahan Timbang Deli.

“Peran tersangka AP (bendahara) yakni bertemu langsung dengan korban dan meminta uang untuk bongkar Rp. 1,5 juta, kalau tidak diberikan pihak pelapor, tidak boleh membongkar barang,” ungkapnya.

Kemudian, peran tersangka AFT yang merupakan Ketua SPSI Timbang Deli merupakan orang yang menyuruh melakukan pemerasan.

“Hasil interogasi, sebagian uang pemerasan juga diserahkan ke kas SPSI Timbang Deli sebesar Rp 350.000 dan selaku ketua mendapat bagian Rp. 69.000. Setiap melakukan kegiatan meminta uang bongkar muat diketahui dan dilaporkan kepada saudara AFT selaku ketua,” kata Kasat.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dikenakan Pasal 368 Jo 55, 56 KUHP Subs 335 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara.

Sebelumnya, petugas Polrestabes Medan mengamankan beberapa orang terkait aksi premanisme yang melakukan pemerasan terhadap masyarakat. Sekelompok preman mengatasnamakan SPSI memeras pengusaha di Gudang Alfamidi di Jalan MG Manurung, Medan Amplas, yang sedang melakukan proses bongkar minyak. Para preman mematok uang Rp. 1,5 Juta, bila tidak dikabulkan maka proses bongkar muat tidak boleh dilanjutkan.

Pihak perusahaan yang merasa keberatan dengan ulah preman tersebut merekam video detik-detik bongkar muat dihentikan dan membagikannya ke media sosial facebook, Sabtu (4/4/2020) dan seketika video berdurasi 29 detik itu menjadi viral di media sosial (medsos), hingga Selasa (7/4/2020) siang ini video tersebut telah dibagikan 1.246 kali di facebook.

“Proses bongkar minyak dibatalkan karena biaya SPSI-nya satu juta lima ratus (Rp1,5 juta) tidak bisa nego,” ujar seorang pria yang merekam video.

“Kami selaku pengusaha keberatan, sangat keberatan, proses terjadi kejadian di Alfamidi Amplas belakang Trakindo Medan. Tolong bapak-bapak yang terhormat bisa tolong membantunya,” sambungnya.

Tindakan Polisi
Terkait video pemerasan yang viral ini, petugas Sat Reskrim Polrestabes Medan yang mendapat laporan ini mengambil tindakan cepat dengan mengamankan beberapa orang preman.

“Sudah ditindak dan diamankan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Ronny Nicholas Sidabutar, Selasa (7/4/2020) siang.

Adapun sejumlah orang yang diamankan yakni AT selaku ketua SPSI, AP selaku anggota SPSI yang mengutip tarif bongkar muat, dan 2 orang anggota SPSI turut diboyong ke Sat Reskrim Polrestabes Medan. (Arya)