Setelah Setahun, Polres Taput Bekuk 2 dari 4 Pelaku Sindikat Pencuri Uang Rp. 1 Miliar

Jumat, 26 Juni 2020 | 18:11 WIB

Taput, MPOL : Pencuri brangkas senilai Rp. 1 Miliar milik Nursintan Panggabean (79) pemilik Toko Miduk warga Hutatoruan X Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara berhasil dibekuk Tim Ops Sat Reskrim Polres Taput, Kamis (11/6/2020) lalu di simpang Tiga Desa Harianja, Kec. Pangaribuan.

Kedua pelaku yang ditangkap, yakni Leonard Marbun (31) warga Desa Harianja, Kec. Pangaribuan dan Derfin Sihombing (49) warga Desa Pakpahan, Kec. Pangaribuan. Sementara dua pelaku lagi, MS (45) dan marga Ambarita (40) merupakan warga Jakarta dalam status DPO Polres Taput.

“Tersangka LM ditangkap di Lapo tuak milik Pak Andri dan tersangka BS ditangkap di rumahnya sendiri,” kata Kapolres Taput, AKBP Jonner Samosir, SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Jonser Banjarnahor, kepada sejumlah media saat menggelar konferensi pers di Mapolres Taput, Jumat (26/6/2020).

Dikatakannya, terungkapnya kasus pembongkaran toko ini setelah pihaknha menerima Laporan Polisi nomor: LP/127/VII/2019/SU/Res Taput/SPKT, tanggal 01 Juli 2019.

Kata Kapolres, sebelum menjalankan aksinya, para pelaku berkumpul di salah satu kolam pancing di Kecamatan Pangaribuan membahas rencana untuk melakukan pencurian, Sabtu (29/6/2019). Besoknya, Minggu (30/6/2019) MS dan marga Ambarita menjemput LM dan BS dan berangkat ke Porsea untuk membahas sebuah toko yang akan dicuri di Tarutung.

Lalu, Senin (1/7/2019) sekira pukul 02.00 Wib, keempat pelaku tiba di Toko Miduk milik korban di Jl. Sisingamangaraja, Tarutung menggunakan mobil rental Toyota Avanza. Para pelaku pun mulai beraksi.

“Saat melakukan aksinya, tersangka MS melompat dari pagar Toko Miduk dan menyuruh BS mengambil linggis dan obeng dari dalam mobil,” ujarnya.

Setelah linggis dan obeng diberikan, sambung Kapolres, tersangka MS kemudian mencongkel jendela toko. Setelah terbuka, tersangka LM dan BS masuk ke dalam toko dan mengambil brankas yang terletak di pojok belakang lantai satu toko.

Setelah berhasil mencuri brankas, tersangka Ambarita yang berada di luar langsung memarkirkan mobil di depan toko dan kemudian mencongkel pintu depan agar bisa mengeluarkan brankas tersebut. Selanjutnya, brankas kemudian dimasukkan ke Mobil Avanza dan ke empat pelaku langsung berangkat ke Porsea dan menyimpan brankas tersebut.

“Tanggal 3 Juli 2019, tersangka MS dan Ambarita membongkar brankas tanpa sepengetahuan tersangka LM dan BS. Kemudian MS memberikan uang sebanyak Rp. 17 juta kepada LM dan memberikan uang Rp. 30 juta kepada BS sebagai upah. Kemudian kedua tersangka MS dan Ambarita membawa sisanya ke Jakarta,” jelas Kapolres.

Setelah setahun, kasus ini baru terungkap dan polisi meringkus dua dari empat pelakunya.

Para tersangka merupakan sindikat atas pencurian Toko Miduk yang sudah satu tahun belum terungkap. Kapolres juga menegaskan agar
kedua tersangka MS dan Ambarita yang masih DPO lebih baik menyerahkan diri sebelum diambil tindakan tegas.

“Kita harus zerokan segala bentuk kejahatan di Tapanuli Utara. Dalam hal pengungkapan kasus kejahatan, kita melakukan tindakan tegas,  keras dan terukur,” tegas AKBP Jonner Samosir.

“Tidak ada pelaku kejahatan di wilayah Polres Taput. Ketika saya dengan jabatan saya ini, semua tindak kejatahatan harus diungkap, semua harus kita tangkap,” pungkasnya. *