Serdik SIP Angkatan 49 Diberi Pembekalan Untuk Meningkatan Profesionalisme Tugas

Jumat, 25 September 2020 | 00:07 WIB

Sukabumi, MPOL: Dalam rangka mempersiapkan first line supervisor yang profesional, modern dan terpercaya, dalam tahap akhir pendidikan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 49 Tahun 2020.

Setukpa Lemdiklat Polri memberi pembekalan bagi peserta dìdik (serdik) siswa dari berbagai narasumber yang erat kaitannya dengan tantangan tugas yang akan dihadapi setelah lulus dari Setukpa.

Hadir sebagai narasumber diantaranya Wakapolri, Komjen Pol Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si., Kabaintelkam, Ass SDM Kapolri, Ketua KPU, Ketua Bawaslu dan ketua KPK.

Ketua KPK, Komjen Pol Drs. Firli Bahuri, M.Si dalam ceramahanya Senin (21/9/2020) mengatakan titik poin korupsi ada pada masyarakat, oleh karenanya dalam pemberantasan korupsi mengedepankan pendekatan cara pendidikan masyarakat, cara pencegahan, cara penindakan tentang korupsi.

Korupsi terjadi karena buruknya sistem kata dia, maka untuk pencegahannya harus memperbaiki bahkan merubah sistem.

Kabaintelkam Polri dalam ceramah pembekalannya melalui Karo Analis Baintelkam Polri Brigjen Pol Achmad Kartiko, SIK MH menyampaikan berkaitan dengan potensi gangguan kamtibmas  dalam pilkada serentak tahun 2020 dimasa pandemi covid 19.

Pada hari kedua, Selasa (22/9/2020) menghadirkan narasumber dari KPU yaitu Setya Indra Arifin, SH, MH, tenang ahli bidang hukum KPU RI dalam paparannya memgambil thema “Kerangka Hukum dan Permasalahan dalam Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2020”.

Anggota Bawaslu Dr. Ratna Dewi Pittalolo SH MH menyampaikan tentang “Sinergitas Bawaslu dengan Polri pada Pilkada Serentak tahun 2020, kaitannya dalam hal pencegahan pelanggaran Pemilu dan penindakan pelanggaran Pemilu.

Dihari ke tiga, Rabu (23/9/2020) Wakapolri Komjen Pol Dr Gatot Eddy Pramono, M.Si  dalam arahanya menyampaikan perkembangan globalisasi, demokratisasi, ilmu pengetahuan dan teknologi seolah olah menjadikan dunia tanpa batas.

Hal tersebut memberikan dampak positif tentunya jika didukung oleh sumber daya yang unggul. Ironisnya saat ini masyarakat kita didominasi oleh low class yang diakibatkan karena kurangnya pendidikan.

Ini terlihat berdasarkan kategori wilayah terdapat 24 daerah mengalami peningkatan gangguan kamtibmas dan hanya 10 daerah saja yang mengalami penurunan angka gangguan kamtibmas.

Harapan dan tuntutan masyarakat saat ini terhadap Polri ialah masyarakat butuh keamanan dan keselamatan kapan dan dimana saja. Masyarakat kata Wakapolri, butuh keadilan, masyarakat butuh respon cepat,  butuh pelayanan polisi yang mudah, masyarakat butuh yang humanis, memberikan solusi dan proaktif, masyarakat butuh polisi yang transparan.

Oleh karena itu lanjut Gatot, kita harus dapat merubah kultur di kepolisian, perubahan kultur melalui transformasi individu polisi.

Selain meningkatnya kejahatan- kejahatan dibidang teknologi, pemilukada serentak merupakan tantangan berat yang akan dihadapi para peserta didik SIP kedepan.

Wakapolri memberikan dorongan semangat kepada para Serdik SIP 49 Wira Adhibrata Sanskara, bahwa ketika menjalani suatu masalah, itu akan menjadi peluang untuk membentuk mental seorang perwira, teruslah mengikuti perubahan yang terjadi, semakin sulit situasi yang dijalani maka kalian akan menjadi perwira  yang mantap.

Diakhir arahannya Wakapolri Komjen Pol. Dr. Gatot Eddy Pramono, M.Si.  menyampaikan dimasa pandemi ini kita patut bersyukur sampai dengan saat ini Polri tetap survive terus berjuang untuk penanganan covid-19 melaksanakan tugasnya sebagaimana diatur dalam undang – undang dengan berpegang teguh pada Satya Haprabu.

Ass SDM Kapolri yang disampaikan oleh Karo Jianstra SSDM Polri Brigjen Pol Dr. Sandi Nugroho, SH, S.I.K,M.Si. menyampaikan Polri butuh SDM unggul yang mencintai Indonesia dan berideologi Pancasila dengan akhlak yang mulia, kemudian beliau menambahkan tentang Reformasi polri, reformasi SDM polri dan reformasi sistem polri yang menjadi tujuan di masa mendatang. (*)