Serang Petugas Saat Mencari Barang Bukti, Pembunuh Kawan Kerja Terpaksa Ditembak  

Selasa, 22 Juni 2021 | 15:47 WIB

Sunggal, MPOL: Team Khusus Anti Bandit (Tekab) Unit Reskrim Polsek Sunggal meringkus seorang pria diduga pelaku pembunuhan berinisial Z (27) warga Jalam Veteran Kec. Medan Helvetia.

Pelaku yang merupakan teman kerja korban berinisial R terpaksa ditembak kakinya tidak jauh dari lokasi kejadian karena berusaha menyerang petugas saat pengembangan mencari barang bukti.

Hal itu dibenarkan Kanit Reskrim AKP Budiman Simanjuntak didampingi Kasi Hukum Aiptu Ngatijan dan Kasi Humas Aiptu Roni Sembiring, Selasa (22/06).

Dijelaskan Kanit, peristiwa terjadi di salah satu gudang Jalan Kapten Sumarsono Kec. Sunggal DS, Sabtu (19/6) siang kemarin.

Aksi maut ini berawal dari saling ejek antara Z dan korban Rendy als Bagong (23) warga Kec. Medan Marelan. Akibatnya pelaku (Z) dendam dengan korban.

“Lantaran merasa dendam, Z mengambil sebilah pisau yang telah disiapkannya dan langsung menikam leher korban hingga korban roboh tak berdaya. Melihat korban terkapar, pelaku panik dan terus melarikan diri,” ujar kanit.

Sementara pekerja lainnya yang melihat kejadian tersebut memberikan pertolongan dengan cara mengevakuasi korban ke RSU Hermina untuk mendapatkan perawatan, namun nyawa korban tidak tertolongkan dan menghembuskan nafas terakhir di RSU Hermina.

Polsek Sunggal yang mendapat informasi tersebut, segera meluncur ke TKP dan segera melakukan pengejaran. Selang beberapa hari Tekab Polsek Sunggal menangkap pelaku saat bersembunyi tidak jauh dari tempat kejadian.

Saat dilakukan pengembangan, petugas menemukan sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi korban.

Saat pelaku akan dibawa ke Mapolsek Sunggal, pelaku menyerang petugas dan mencoba melarikan diri, sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki pelaku.

Setelah mendapatkan perawatan medis atas luka yang dideritanya, pelaku Z dan barang bukti sebilah pisau berukuran sekitar 13 cm telah kita amankan di Mako.

Sementara keluarga korban sudah membuat pengaduan. Pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 340 subs 338 KUHPidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara”, (*)