Serang Petugas, Polsek Patumbak Tembak Mati Pengedar 2 Kg Sabu Asal Aceh

Selasa, 12 Januari 2021 | 12:44 WIB

Patumbak, MPOL : Petugas Unit Reskrim Polsek Patumbak kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis sabu-sabu. Bahkan hampir rata-rata baik bandar maupun kurir dan pengedarnya diterjang timah panas hingga meninggal dunia.

Kali ini, Polsek Patumbak mengungkap jaringan peredaran sabu Aceh-Medan. Namun, belum sempat diedarkan, tersangka Eri Edi (47) warga Dusun Kuta Kareung Desa MNS Mesjid, Kec. Muara Dua, Lhokseumawe, Prov. Aceh, ditangkap di Jl. Binjai KM 11,5, Sunggal, Deli Serdang, Minggu (10/1/2021) sekira pukul 09.00 WIB. Bahkan tersangka ditembak mati pada saat pengembangan karena menyerang petugas.

Wakapolrestabes Medan, AKBP Irsan Sinuhaji didampingi Kapolsek Patumbak Kompol Arfin Fachreza, dalam konferensi persnya di Mapolsek Patumbak, Selasa (12/1/2021) mengatakan, ditangkapnya tersangka setelah Panit I Reskrim Ipda M. Yusuf Dabutar mendapat informasi bahwa ada pengiriman paket sabu dari Aceh menuju Medan dengan menggunakan bus.

Setelah mendapat informasi tersebut, tim unit Reskrim dipimpin Kapolsek Kompol Arfin Fachreza dan Ipda M. Yusuf Dabutar langsung melakukan penyelidikan dan memastikan keberangkatan pengiriman sabu tersebut.

“Sekira pukul 07.30 WIB diperoleh informasi bahwa tersangka menaiki Bus Pelangi BL 7314 AA dan melintas dari Hinai, Langkat. Selanjutnya tim melakukan pengejaran terhadap pelaku dan memberhentikan bus tersebut tepatnya di Jl. Binjai KM 11,5 Sunggal,” kata Irsan.

Dijelaskan Irsan, setelah memberhentikan bus tersebut, petugas lalu melakukan pemeriksaan terhadap orang dan barang-barang bawaan penumpang. Saat itu petugas mencurigai salah seorang penumpang (tersangka Eri Dedi) dan menggeledah tas ransel warna hitam yang dibawa tersangka yang diletakkan tersangka di samping kanannya.

“Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 2 buah kantong plastik berisi narkotika jenis sabu-sabu dengan berat masing-masing 1 kg sabu dengan totalnya menjadi 2 kg. Kemudian anggota mengamankan barang bukti sabu dan selanjutnya melakukan pengembangan,” ungkapnya.

Masih dikatakan Irsan, sekira pukul 11.00 WIB, petugas melakukan pengembangan ke Desa Sei Mencirim, Kec. Medan Sunggal. Namun, ketika saat turun dari mobil, pelaku langsung merusak borgol dan menyerang salah seorang petugas bernama Bripda Rejeki Banurea yang mengakibatkan petugas tersebut mengalami luka pada tangan sebelah kanan.

Melihat serangan agresif dari pelaku, petugas berusaha membela diri dengan melakukan tindakan tegas terukur yang mengenai dada sebelah kiri pelaku hingga meninggal dunia.

“Pelaku merupakan pengedar ataupun perantara jual beli sabu. Kita tak berhenti sampai disini, karena narkoba merupakan musuh bersama dan harus kita tindak tegas para pelakunya,” pungkasnya. *