Sepekan Ops Antik 2020, 10,1 Kg Sabu & 5.500 Ekstasi Disita 9 Tersangka Dibekuk

Senin, 3 Februari 2020 | 14:57 WIB

Medanposonline.com – Dalam sepekan operasi antik 2020, petugas Sat Res Narkoba Polrestabes Medan meringkus 9 kurir dan pengedar narkoba jaringan Malaysia-Aceh-Medan  dan satu tersangka terpaksa ditembak mati petugas karena melakukan perlawanan.

Dari para tersangka yang ditangkap di lokasi terpisah, petugas menyita barang bukti berupa 10,1 Kilogram (Kg) sabu dan 5.500 butir pil ekstasi.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol J.E. Isir didampingi, Kasat Narkoba, AKBP Sugeng Riyadi, Wakasat Narkoba, AKP Dolly Nainggolan, Kanit I/Idik, Iptu R Aribowo, Kanit II/Idik, AKP Rapi Pinakri dan Kanit III/ Idik, Iptu Hardiyanto menyampaikan saat rilis kasus  di RS Bhayangkara Poldasu, Senin (3/2/20) siang.

Isir mengatakan pengungkapan kasus ini merupakan hasil Operasi Antik 2020 selama sepekan. “Dengan pengungkapan 10,1 Kg sabu setidaknya kita telah menyelamatkan 100.100 orang dengan asumsi 1 gram untuk 10 orang pengguna,” katanya.

Para pelaku yang diamankan masing-masing AW (25) warga Pasar V Marelan, Kabupaten Deliserdang dengan barang bukti 1,7 Kg sabu, FFN (21) warga Jalan Marelan I dengan barang bukti, 200 gram sabu, AA (30) warga Jalan Medan-Banda Aceh dengan barang bukti, 200 gram sabu. Seorang mahasiswa, SA (23) warga Jalan Sei Belutu Medan, barang bukti yang diamankan, 500 butir pil ekstasi.

Lalu, Ar alias C (35) warga Jalan Karya Medan, barang bukti yang diamankan 2 Kg sabu, FF (33) warga Jalan Kelambir Medan, barang bukti yang diamankan, 2 Kg sabu, Z (38) warga jalan Juntak Medan dan HR (40) warga Jalan Perjuangan Medan, barang bukti yang diamankan 2 Kg sabu serta seorang yang ditembak mati, MY (25) warga Jalan GP Aceh Pidie dengan barang bukti, 2 Kg sabu dan 5000 butir pil ekstasi.

Dikatakan, ke sembilan tersangka yang diamankan ini terdiri dari 4 kelompok jaringan yang diamankan dari 5 lokasi berbeda. Dan para pelaku yang umumnya kurir ini diamankan via jalur darat. “Para pelaku menggunakan jalur darat dan rencananya akan mengedarkan barang terlarang itu di Medan,” sebutnya.

Jajaran Polrestabes Medan dan stakeholder sebut mantan ajudan Presiden Joko Widodo tetap komit melakukan penindakan dan pencegahan narkotika. Karena ini merupakan extraordinary crime. Butuh kolaborasi dan elaborasi dalam menuntaskan masalah narkoba. Kami tidak pernah berhenti untuk memerangi narkotika,” katanya. (Isu)