Selain Terlibat Pencurian Brankas Uang Rp. 1 Miliar, Ternyata Leonard Marbun Maling Rumah di Desa Sibingke

Jumat, 26 Juni 2020 | 18:26 WIB

Taput, MPOL : Setelah terungkap kasus pencurian brankas berisi uang Rp. 1 Miliar dari Toko Miduk Jl. Sisingamangaraja, Tarutung, yang terjadi tanggal 11 Juni 2020, ternyata pelakunya Leonard Marbun warga Desa Harianja, Kec. Pangaribuan, pada tahun yang sama melakukan pencurian (maling) di rumah milik Karel Garden Pakpahan warga Desa Sibingke, Kec. Pangaribuan, tanggal 24 Desember 2019.

Penangkapan itu sesuai Laporan Polisi nomor: LP/08/XII/SU/Res Taput tanggal 26 Desember 2019 atas nama pelapor Karel Garlen Pakpahan.

Kerugian materil berupa emas 106 gram dan uang tunai sekitar Rp. 10 juta yang dicuri tersangka Leonard Marbun bersama rekannya Jupri Anton Harianja (24) warga Desa Harianja Kecamatan Pangaribuan.

Setiap melakukan aksinya, tersangka Leonard selalu mencongkel pintu rumah dan jendela korbannya dengan menggunakan senjata pamungkasnya, linggis dan obeng.

Seperti yang terjadi di rumah milik Karel Pakpahan, tersangka Leonard dan tersangka Jufri Harianja beraksi dengan mencongkel pintu belakang rumahnya. Lalu mencongkel pintu kamar dan membongkar lemari korban. Disitu kedua tersangka berhasil menggasam uang Rp. 10 juta dan emas 106 gram.

“Usai melakukan aksinya, kedua tersangka berangkat ke Sidempuan untuk menjual emas,” kata Kaporles Taput, AKBP Jonner Samosir kepada wartawan, Jumat (26/6/2020).

Di Sidempuan, sambungnya, tersangka Jupri Harianja menelpon kawannya, Imanul Sihombing untuk membantu menjual emas tersebut. Lalu Imanul Sihombing pada saat itu menyarankan agar emas tersebut tidak usah dijual melainkan digadaikan saja

“Hasil gadaian emas itu sebesar Rp. 34.200.000 dan oleh tersangka Jufri Harianja memberikan uang sebagai upah kepada Imanul Sihombing,” tegas Kapolres.

Kemudian kedua tersangka Leonard dan Jufri Harianja membagikan sisa uang itu dan berangkat pulang ke Pangaribuan.

“Kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 3e, ke 4e, ke 5e KUHPidana dengan ancaman 7 tahun penjara,” tegas Jonner Samosir. *