Selain Stress, Kata Warga Doni Perobek Al-Quran Tinggal Sebatang Kara

Jumat, 14 Februari 2020 | 15:12 WIB

Medan (medanposonlinecom) – Doni Malay (44) pelaku perobekan lembaran Al-Quran diduga mengalami gangguan kejiwaan. Hal itu dikatakan seorang warga bernama Anto (43) yang kerap nongkrong di TST Ayang Jalan Utama Kelurahan Kota Matsum (Komat) II, Kecamatan Medan Area.

“Dia (Doni) juga sering duduk di sini (TST Ayang),” kata Anto saat ditemui Jumat (14/2/20).

Dia itu stess sebut Anto, kalau di sini dia sering merobek-robek kertas buku dan kertas koran. Setelah itu, sambil jalan dia taburkan sobekan kertas itu di jalanan.

“Setau saya selama dia main-main di sini tidak pernah menggangu orang lain. Hanya saja, dia sering duduk termenung sendirian seperti orang bingung. Dia kuat kali merokok,” terang Anto.

Hal yang sama juga dikatakan Jamal. Dijelaskan Jamal, Doni dan keluarganya pernah tinggal di Jalan Utama Gang Sulung. Setelah itu, dia bersama keluarganya pindah ke kawasan Medan Tenbung.

Namun ditambah Jamal, beberapa bulan ini dia sering main-main di sini. Kadang-kadang duduk di TST Ayang. “Kalau malam, dia tidurnya di Pos Ronda dekat bok (parit besar-red) tidak jauh dari TST Ayang. Sejak orangtuanya meninggal dunia dia tinggal sebatang kara dan sering berpindah tempat. Sedangkan keluarganya lain kita tidak tau dimana tinggalnya,” terang Jamal

Seperti diberitakan, Doni Malay diamankan warga dan polisi karena menyobek dan membuang sobekan lembaran Al-Qur’an di Jalan SM Raja Medan. Sebelum membuang, pelaku diketahui sempat salat di Masjid Raya Al-Mashun, Medan.

“Sesuai dengan rekaman digital security (CCTV). Tersangka terlihat salat di Masjid Raya Al-Mashun. Setelah itu, dia mengambil Al-Qur’an di almari lalu dibawa keluar ke arah kamar mandi. Di kamar mandi lambaran kita suci itu dirobek dan dimasukkan ke kantongnya,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Johnny Eddizon Isir saat ekspose kasus , Kamis (13/2/20).

Setelah lembaran Al-Qur’an dimasukkan ke kantongnya, tersangka lalu ke luar masjid menyeberang jalan. Selanjutnya, pelaku menaburkan lembaran-lembaran Al-Qur’an itu tepat di depan Hotel Sri Intan yang lokasinya tak jauh dari kawasan masjid.

Atas aksinya itu, petugas bersama warga berhasil menangkap tersangka untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Sementara itu, Ketua BKM Masjid Raya Al-Mashun Medan Ulumuddin Sirait mengatakan dirinya memang pernah melihat tersangka berada di masjid tersebut.

“Memang anak ini pernah saya lihat dia ke masjid. Namanya orang ibadah kan nggak boleh melarang. Namun, ketika jemaah mulai pulang, nah dia ambil Al-Qur’an. Kita sangka dia baca Al-Qur’an, rupanya entah apa yang merasuki jiwanya, malah dirobek-robek,” sebut Ulumuddin. (Isu)