Seks Halal Modus Kawin Kontrak Terbongkar 5 Orang Ditangkap, Termasuk WN Arab Saudi

Minggu, 16 Februari 2020 | 20:36 WIB
Jakarta (medanposonline.com) – Langkah seorang turis berkebangsaan Arab yang berpetualang ingin mencari seks halal dengan kawin kontrak di Puncak, akhirnya terhenti. Pasalnya, Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang dengan modus kawin kontrak di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.
Personil Bareskrim Polri berhasil menangkap lima orang tersangka, satu orang diantaranya adalah warga negara Arab Saudi.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Polisi Ferdy Sambo menjelaskan, kelima tersangka, masing-masing bernama Nunung Nurhayati, Komariah alias Rahma, H Saleh, Devi Okta Renaldi, dan seorang WN Arab Saudi bernama Almasod Abdul Alziz Alim M. alias Ali.
“Para perempuan (korban), dibawa oleh Nunung dan Rahma ke H Saleh di Vila wilayah Puncak Bogor dengan menggunakan kendaraan roda empat yang dikemudikan Okta,” ungkap Brigjen Ferdy Sambo di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, kepada awak media, Jumat (14/2/2020).

Sekedar diketahui, prostitusi halal di kawasan Puncak ini bermula dari sosok Ali yang mencari pekerja seks komersial lewat cara kawin kontrak. Kemudian, Ali menghubungi H Saleh yang bekerja sebagai Penghulu, dan permintaan itu disanggupi Saleh setelah menghubungi Nunung dan Rahma sebagai penyedia perempuan di vila daerah puncak Bogor dan di Apartemen Puri Casablanca.

Selanjutnya, keuntungan yang didapat oleh H Saleh dari WN Arab itu sebesar Rp 300 ribu. Nunung dan Rahma mematok harga untuk booking out (bo) short time dengan waktu 1-3 jam seharga Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu, sedangkan 1 malam dengan harga sebesar Rp 1 juta hingga Rp 2 juta, atau booking out secara kawin kontrak dengan harga Rp 5 juta untuk jangka waktu 3 hari dan Rp 10 juta untuk jangka waktu selama 7 hari.

Berdasarkan penyelidikan, terungkap bahwa Nunung dan Rahma ternyata memiliki 20 orang perempuan yang akan dijual, sementara H Saleh sudah menyediakan lebih dari 20 pelanggan dan 12 kali menjadi saksi nikah kawin kontrak sejak 2015 hingga kini.

Selain menangkap para tersangka, Bareskrim Polri juga menyita berbagai macam barang bukti diantaranya, 7 unit handphone, uang Rp 900 ribu, print out pemesanan Apartemen Puri Casablanca, akses Apartemen Puri Casablanka, request form Open Balconidoor nomor 010489 atas nama Abdul Alziz Almasod, guest registration Puri Casablanca nomor 073187 kamar 20.9 tanggal 31 Januari 2020. Ada 1 buah invoice nomor 00104739/A atas nama Abdul Alziz Almasod, 1 bendel Booking De Resident At Puri Casablanka dari tanggal 31 Januari 2020 sampai dengan 3 Februari 2020 atas nama Abdul Alziz Almasod dari booking.com, paspor atas nama Abdul Alziz Almasod No. 366370 yang dikeluarkan Kingdom of Saudi Arabia, 2 buah boarding pass Srilanka Airlines penerbangan Riyad-Jakarta atas nama Almasod.

Akibat perbuatan tersebut, para tersangka akan dijerat Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun penjara. (rel/kcu)