Sat Reskrim Polres P.Siantar Ringkus Dua Pelaku Curanmor

Minggu, 25 September 2022 | 18:11 WIB

 

Pematangsiantar, MPOL: Personil Sat Reskrim Polres Pematangsiantar meringkus dua pelaku pencurian kenderaan bermotor (curanmor).

Dua pelakunya yakni, Josua Imanuel Manurung  (24) warga Jl.H.Ulakma Sinaga, Nagori  Pematang Simalungun Kec. Siantar, Kab.Simalungun dan Romi Farel Falevi Pulungan (21) warga Jl. Patuan Anggi, Kel. Sukadame Kec.Siantar Utara Kota Pematangsiantar.

Kasat Reskrim AKP Banuara Manurung SH melalui Kasubbag Humas AKP Rusdi Ahya via pesan whats app (WA), Minggu (25/09/2022) mengatakan, penangkapan kedua tersangka curanmor berawal dari  laporan korban, pada Jumat (8/04/2022) sekira pukul 14.00 WIB, korban  memarkirkan 1(satu) unit sepeda motornya dengan posisi stang terkunci di Jl. Sutomo No.57 tepatnya di parkiran Gerai Kopi Janji Jiwa Kel. Proklamasi Kec. Siantar Barat Kota Pematangsiantar.

Kemudian pelapor/korban bekerja seperti biasa di dalam Gerai Kopi Janji Jiwa.Lalu keesokan harinya, Sabtu (9/04 2022) sekira pukul 00.30 WIB, ketika korban pulang kerja dan akan mengambil sepeda motornya di tempat parkir, korban terkejut mendapati  sepeda motornya tidak ada lagi di tempat parkir.

Selanjutnya,  korban bersama temannya berusaha mencari sepeda motornya di sekitar lokasi namun tidak diketemukan. Dari hasil pengecekan CCTV,  bahwa sepeda motor milik korban diduga telah dicuri orang tidak dikenal sesuai hasil rekaman CCTV dan terlihat adanya kedua pelaku yang mengambil (mencuri) sepeda motor milik korban Rafly Ahmad Rasyid Siddiq (20) warga Jl. Perak No. 29, Kec. Siantar Utara Kota Pematang Siantar pada Jumat,  8 April 2022 sekira pukul 23.19 WIB.

Atas kejadian tersebut korban merasa keberatan dan merugi sebesar Rp.4.000.000,- (empat juta rupiah) atas kehilangan 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamah Mio, nomor polisi (nopol) BK- 3049-TAH, tahun pembuatan 2011, warna hijau, nomor rangka / mesin : MH328D305BK740415 / 28D2737005, an. Hamdani.

Atas laporan korban, personel Satreskrim Polres Pematangsiantar melakukan penyelidikan dengan melakukan Pengecekan CCTV yang berada di sekitar lokasi TKP dan mencari keterangan saksi-saksi.

Dari hasil penyelidikan polisi,  bahwa terindentifikasi 1(satu ) orang pelaku pencurian tersebut bernama Josua Manurung yang telah diketahui identitasnya oleh petugas Opsnal Reskrim Polres Siantar.

Lalu, dengan gerak cepat, pada  Jumat (23/09/ 2022) sekira pukul 20.00 WIB, Tim opsnal Satreskrim Polres Pematangsiantar  salah satu pelaku  curanmor Josua Manurung sedang berada di rumahnya di jalan H. Ulakma Sinaga Kel. Pematang Kec. Siantar Kab. Simalungun.

Selanjutnya tim opsnal yang dipimpin kanit Jatanras Ipda Moses Butar-Butar bergerak menuju rumah pelaku. Kemudian Tim opsnal mengamankan pelaku Josua Manurung dan menginterogasinya.

Dari hasil interogasi oleh petugas, pelaku mengakui perbuatannya dan telah melakukan pencurian sepeda motor di Jl. Sutomo depan Gerai Kopi Janji Jiwa. Dan, Josua Manurung mengatakan melakukan pencurian bersama temannya bernama Romi Pulungan.

Mendengar kicauan Josua, selanjutnya personel Satreskrim membawa pelaku berikut barang bukti ke Polres Pematangsiantar guna proses lebih lanjut.

Tak sampai disitu, team Opsnal pun memburu dan melacak keberadaan satu tersangka lagi bernama Romi. Petugas pun tiba di rumah Romi Pulungan dan langsung membekuknya  dari rumahnya di Jl.Pdt.Wismar Saragih Kelurahan Tanjung Pinggir Kec.Siantar Martoba, Sabtu (24/09/20202) sekira pukul 08.00 WIB.

Hasil interogasi oleh personel, pelaku mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian spd.Motor di Jl.Sutomo depan Gerai Kopi Janji Jiwa. Selanjutnya Personel membawa pelaku berikut barang bukti yakni, 1 (satu) unit seped motor Mio Soul Nopol : BK 3061-TAM warna merah tahun 2012 dengan nomor rangka : MH314D204AK002522, nomor mesin :14D-1002918 milik pelaku, 1(satu) buah Kunci letter T, 1(satu) buah baju warna hitam milik pelaku, 1 (satu) buah celana pendek warna hitam milik pelaku ke Polres Pematangsiantar guna proses lebih lanjut.

“Pelaku sudah ditahan dan pelaku disangkakan dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman oidananya maksimum 7 tahun penjara,” ungkapnya.**