Rusuh, Rutan Kelas II B Kabanjahe Diduga Dibakar Warga Binaan

Rabu, 12 Februari 2020 | 20:43 WIB

Kabanjahe (medanposonline.com) – Kerusuhan terjadi di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kabanjahe yang berada di Jalan Bhayangkara Kabanjahe, Kabupaten Karo, melibatkan ratusan warga binaan atau nara pidana (Napi), Rabu (12/2/2020). Belum diketahui penyebab pasti, namun kerusuhan yang dimulai sekitar tengah hari itu diwarnai aksi lempar batu.

Tak hanya itu, kerusuhan kemudian disusul dengan kebakaran yang melanda Rutan tersebut. Gumpalan asap hitam pun membubung tinggi dari dalam gedung Rutan. Pemadam Kebakaran Kabupaten Karo mengirim armadanya ke lokasi kerusuhan dan berusaha memadamkan kobaran api, dibantu Mobil Water Canon Polres Karo beserta personilnya.

Diduga, kobaran api yang terkesan cepat membesar itu berasal dari bagian dapur Rutan.

Keterangan menyebutkan atas lapooran dari pihak Rutan, selain Polres Karo juga Markas Komando Batalyon 125/Simbisa yang letaknya hanya ratusan meter dari lokasi mengirimkan bantuan aparat pengamanan.

Wadanyon 125/Simbisa Mayor (Inf) Irwansyah menurunkan anggota sebanyak 3 pleton (75 orang) untuk membekap Polres Karo di lokasi Rutan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Nilai kerugian juga belum terkonfirmasi, karena saat itu petugas terlihat masih sibuk memadamkan api serta mengevakuasi warga binaan.

Wakapolres Tanah Karo, Kompol Hasian Panggabean serta Kabag Ops Polres Tanah Karo Kompol Zulkarnaen Sinulingga juga terlihat sibuk memberikan aba-aba dan menghimbau masyarakat agar menjauh dari lokasi, karena dari dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) ada lemparan batu keluar.

Staf pengamanan Rutan Kls IIB Kabanjahe, Egi Sembiring menyebutkan jumlah tahanan ada sebanyak 410 orang terdiri dari 380 laki-laki dan 30 orang tahanan wanita. Mereka terpaksa dievakuasi lewat tembok bagian belakang yang tingginya diperkirakkan mencapai 7 meter dengan menggunakan tangga seadanya dari depan dan belakang Rutan.

Egi Sembiring mengatakan, asal api bermula dari Blok B. 1. “Tiba-tiba saja ada asap mengepul, kami menduga dibakar oleh salah seorang tahanan. Namun apa yang memicu dan siapa dalangnya masih dalam penyelidikan,” ujar Sembiring.

Salah seorang warga binaan yang enggan menyebut namanya mengatakan, terjadinya kerusuhan berawal ketika ada tahanan yang dirantai. Melihat temannya dirantai ada yang tidak terima sehingga timbul kerusuhan kecil.

“Awalnya ada kawan kami yang dirantai makanya kami enggak terima,” ujar salah seorang warga binaan berinisial (T) saat jelang dimasukkan ke dalam mobil tahanan untuk dievakuasi.

Ia mengungkapkan, lima rekannya itu sudah dirantai selama tiga hari. Namun, dia mengaku tidak mengetahui secara pasti apa penyebab rekannya tersebut diperlakukan seperti itu.

Proses evakuasi terlihat cukup merepotkan petugas dari Polres Tanah Karo karena begitu banyaknya masyarakat sekitar yang ingin melihat kejadian.

Evakuasi menggunakan mobil tahanan milik Polres Karo dan mobil tahanan Kejaksaan Negeri Karo. Seluruh tahanan ditempatkan sementara pada rumah tahanan Polres Tanah Karo dan Polsekta Berastagi.

Sekira pukul 15.33 WIB seluruh warga binaan selesai dievakuasi ke rumah tahan kepolisian jajaran Polres Tanah Karo serta api diperkirakan sudah dapat dijinakkan pada pukul 15.45 WIB. (Kt02)