Rukonya Dibongkar Maling, Kerugian Ditaksir Rp. 30 Juta

Medan, MPOL.com: Sebuah ruko milik Aenghua (46) di Jl. Mayor Link. IX, Kel. Pulo Brayan Kota, Kec. Medan Barat, dibongkar maling. Dalam kejadian tersebut, korban kehilangan barang-barang berharga dengan kerugian ditaksir mencapai Rp. 30 juta.

Kapolsek Medan Barat, Kompol Afdhal Junaidi, Senin (8/6/2020) mengatakan, sekitar awal Bulan Mei 2020 korban melaporkan kepada Bhabinkamtibmas Kelurahan Pulo Brayan Kota, Bripka Zulkifli Dalimunthe, bahwa rukonya telah dibongkar oleh maling. Setelah kejadian, Bhabinkamtibmas dan petugas Unit Reskrim Polsek Medan Barat melakukan cek TKP. Saat itu korban belum mau membuat laporan polisi karena korban masih ada kesibukan.

“Pada hari Minggu (8/62020) sekira pukul 11.00 WIB, Bhabinkamtibmas dan piket Unit Reskrim berhasil mengamankan pelakunya bernama Hendra (40) warga Lingkungan IX, Kel. Pulo Brayan Kota, Kec. Medan Barat. Saat diinterogasi pelaku mengakui perbuatannya,” katanya.

Dijelaskan Afdhal, kasus tersebut berlanjut ke mediasi atas permintaan korban dan korban tidak mau melanjutkan kasus yang dialaminya. Saat dikonfrontir dengan korban, pelaku mengaku membobol ruko korban dengan cara masuk lewat pintu belakang atas. Kemudian pelaku merusak gembok pintu jeruji dan mengambil 1 unit TV LG 47 Inch, 1 unit kipas angin, 3 unit HP, uang tunai sekitar Rp. 2 juta, 1 unit rice cooker, pakaian, sepatu, boneka, lampu sorot. Akibat dari kejadian tersebut korbam mengalami kerugian Rp. 30 juta.

“Pelaku mengaku membongkar ruko korban bersama temannya, Erwin alias Vampir dan Dedek Kurniawan alias Kurik,” ucapnya.

Setelah dilakukan mediasi atas permintaan korban, pelaku mengaku nekat mencuri barang-barang milik korban karena desakan ekonomi. Permintaan korban tidak mau membuat pengaduan/ melanjutkan perkara ini ke Polsek Medan Barat atas kerugian yang dialami korban. Sementara pelaku menerima konsekuensi dengan hasil keputusan bersama warga dan kesepakatan agar pelaku meminta maaf dan mengembalikan barang-barang yang sudah diambil milik korban.

“Korban sudah memaafkan pelaku, sudah memulangkan barang yang dicuri dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Ini merupakan implementasi restorative justice dalam penyelesaian kasus pencurian dengan pemberatan. Kesepakatan musyawarah warga Linkungan IX Kelurahan Pulo Brayan Kota, apabila pelaku melakukan perbuatan yang sama, maka pelaku tidak boleh lagi tinggal di lingkungan tersebut,” ungkapnya.

“Kemudian pihak keluarga pelaku menyetujui keinginan tersebut. Selanjutnya kedua belah pihak membuat surat pernyataan/perjanjian dengan materai dan ditandatangani kedua belah pihak dan saksi-saksi,” pungkasnya. *