Ricuh Tolak UU Omnibuslaw, Ribuan Gerilyawan Demo Kantor DPRD P.Siantar

Kamis, 8 Oktober 2020 | 19:56 WIB

Simalungun, MPOL: Ribuan massa gerakan rakyat melawan (gerilyawan)  gabungan mahasiswa dan buruh berunjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Pematangsiantar berakhir ricuh, Kamis (08/10/2020).

Kericuan terjadi ketika aksi massa dorong-dorongan berusaha menerobos barisan polisi yang berjaga di pintu masuk gerbang  gedung kantor  DPRD  setempat.

Akibatnya beberapa orang petugas  Polres Pematangsiantar mengalami luka luka terkena  lemparan massa yakni, Bripka Junias Simbolon mengalami empat jahitan pada pelipis sebelah kiri, dan  Aiptu Jimmi Simanungkalit luka pada jari jempol dan Aiptu Joni Purba luka belakang pada pundak sebelah kiri.Dalam aksinya, para pengunjuk rasa menegaskan, UU Omnibuslaw bertentangan dengan cita-cita para pendiri bangsa indonesia, yang dalam garis besarnya mengubah haluan ekonomi kerakyatan menjadi ekonomi liberal -kapitalistik

         Menurut mereka itu berbanding terbalik dengan kondisi masyrakat yang saat ini masih jauh dari kata sejahtera di tambah dengan situasi pandemi Covid-19.

Adapun landasan penolakan serta pembanding dari sebelumnya RUU Cipta lapangan kerja, untuk menolak secara tegas  UU Omnibuswaw

Termasuk di dalamnya berkurangnya waktu istirahat dan cuti, bentuk pengupahan berdasarkan satuan  hasil dan waktu, berkurangnya uang pergantian hak, semakin besarnya peluang perusahaan untuk melakukan PHK dan Outshorsing, status karyawan menjadi PKWT (perjanjian kerja waktu terentu) di hapuskan, waktu kerja lembur di perpanjang, memperbesar kemunggkinan perusahaan memperkerjakan tenaga asing, semakin mudahnya dalam pengurusan amdal yang berpotensi memperbesar kerusakan lingkungan hidup.

           Massa yang melakukan demo yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB  tersebut sempat berdialog dengan Ketua DPRD Timbul Lingga dan menampung aspirasi mereka. Aksi unjuk rasa berakhir sekitar pukul 14.00 WIB.**