Pura-pura Sholat, Kepergok Warga Curi Motor, Pria Ini Berlumuran Darah Dimassa

Senin, 30 November 2020 | 19:14 WIB

Labuhan, MPOL : Berpura-pura sholat, seorang pria kepergok warga sedang melakukan pencurian sepeda motor (curanmor) di halaman parkir Masjid Jami Jl. KL. Yos Sudarso, KM 13,6 Link. Vll, Kel. Besar, Kec. Medan Labuhan, Senin (30/11/2020).

Alhasil, pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya ini tak ayal menjadi bulan-bulanan warga yang tersulut emosi. Warga langsung menghakimi pelaku hingga wajah dan kepala pelaku berlumuran darah.

Menurut keterangan saksi mata, Ali (47) mengatakan, pelaku berpura-pura sholat zhuhur di masjid tersebut, namun ketika belum selesai hingga rakaat terakhir pelaku keluar, salah seorang jamaah yang barusan selesai berwudhu telat datang ke masjid curiga melihat pelaku keluar dari masjid menggandeng tas samping kecil.

Saat diperhatikan, ternyata pelaku ingin melakukan curanmor sontak saksi mata langsung menegur.

Pelaku yang sedang beraksi langsung terkejut melihat teguran dari saksi mata, lalu pelaku langsung kabur dengan berlari ke arah Jl. KL Yos Sudarso dengan berlari.

Ssaksi lalu mengejar pelaku sambil berteriak maling. Warga yang mendengar hal itu berbondong-bondong mengejar pelaku. Saat ditangkap seorang warga, pelaku sempat melawan dan memukul balik.

“Pelaku ini awalnya modus sholat bang, saat sholat belum selesai dia (pelaku) sudah pulang duluan menggandeng tas kecil trus naik sepeda motor milik jamaah. Kebetulan aku kenal pemilik sepeda motor itu, karena beda yang naik lalu aku tegur ternyata dia lari, langsung kukejar dia bang sambil berteriak,” ujarnya.

Tak lama kemudian, unit patroli dari Polsek Medan Labuhan tiba di lokasi untuk mengamankan pelaku yang sudah tergeletak di jalan akibat dimassa.

Info lainnya yang berhasil dihimpun, petugas membawa pelaku ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis karena bagian kepala pelaku banyak mengeluarkan darah.

Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, Iptu Andi Rahmadsyah, ketika dikonfirmasi wartawan melalui panggilan telepon tidak merespon, walaupun wartawan telah berulang kali menelpon Kanit tersebut. *