Preman Pajak Brayan Keroyok dan Sekap Seorang Anggota TNI, Dilapor ke Polsek Medan Barat

Minggu, 1 Maret 2020 | 19:58 WIB

Medan –  Seorang anggota TNI berinisial Praka B dianiaya sejumlah preman di Pasar (pajak) Palapa Brayan, Jl. Yos Sudarso, Kec. Medan Barat, Minggu (1/3/2020) sekira pukul 02.00 Wib. Selain dipukuli, korban juga sempat disekap di pajak tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, sebelum terjadinya penganiayaan, korban datang ke Pajak Palapa membawa ayam menggunakan mobil untuk berjualan. Pagi itu korban datang hendak menurunkan ayamnya, dimana usaha berjualan ayam ini korban bekerjasama dengan pihak keluarganya.

Pada saat tiba di Pajak Brayan, korban yang sedang cuti dari kedinasan pun menurunkan ayam dari mobilnya. Tiba-tiba datang seorang preman bernama Aban memalak korban. Dengan tenang korban yang disebut-sebut berdinas di Kesatuan Yonif 111 menyampaikan agar pelaku bersabar dan juga mengatakan bahwa dirinya adalah anggota TNI. Akan tetapi, Aban yang merupakan preman Pajak Brayan malah tidak peduli dan langsung memanjat dan merampas ayam yang masih di mobil korban. Disitu terjadilah cekcok mulut.

Korban yang sudah habis kesabaran lalu memukul pelaku dan mengikatnya. Diduga mendapat informasi temannya mendapat masalah, tak berala lama datang kawanan preman atas nama Yusuf. Kedatangannya pun untuk meminta maaf agar si preman (Aban) dilepaskan. Mendengar permohonan itu, korban lalu melepaskan pelaku.

Namun, setelah dilepaskan pelaku malah tidak terima dan membawa kawan-kawannya untuk mengeroyok korban. Para pelaku memukuli korban hingga cedera. Setelah puas menganiaya korban, para pelaku menahan/menyekap korban di pasar tersebut.

Keluarga korban yang mendapat informasi korban dianiaya para preman, langsung menjemput korban ke Pajak Palapa. Setibanya di sana Aban cs sudah kabur dari lokasi. Kemudian pihak keluarga membuat laporan ke Polsek Medan Barat

Kapolsek Medan Barat, Kompol Afdhal Junaidi, ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Masih dalam tahap penyidikan dan penyelidikan,” katanya.

Dirinya juga membenarkan bahwa korban sudah membuat laporan ke Polsek Medan Barat. “Sudah (buat LP). Pelakunya lebih dari satu orang,” tukasnya. (Arya)