Polsek Patumbak Ungkap Kasus Curanmor, 4 Tersangka Ditembak, 4 Lagi Diburu

Senin, 21 Desember 2020 | 17:06 WIB

Patumbak, MPOL : Polsek Patumbak berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dalam 3 kasus yang terjadi di wilayah hukum (wilkum) Polsek Patumbak dan satu kasus di luar wilkum Patumbak.

Dalam pengungkapan ini, petugas meringkus 2 tersangka curanmor dan 2 penadah dalam pengungkapan yang dilakukan selama sepekan terakhir. Keempat tersangka terpaksa ditembak di bagian kaki, karena berusaha melawan petugas saat akan ditangkap.

Kapolsek Patumbak, Kompol Arfin Fachreza mengatakan, 2 tersangka curanmor yang diamankan yakni Kiki Ramadani (25) warga Jl. Bajak II, Kel. Harjosari II, Kec. Medan Amplas dan Syahrul Efendi Harahap alias Nedi (25) warga Jl. Marindal 3 depan Gg. Tower, Desa Marindal II, Kec. Patumbak.

Sementara dua penadah yang turut diamankan yakni Pratama Dwi Permadi alias Dwi (36) warga Jl. Garu III, Kel. Harjosari I, Kec. Medan Amplas dan Oekie Benfika Adamy alias Coki warga Jl. Sejati, Kel. Sari Rejo, Kec. Medan Polonia.

Selain menangkap para tersangka, petugas juga berhasil mengamankan 2 unit sepeda motor masing-masing Yamaha Lexy BK 5117 AHY dan Honda Scoopy BK 3839 AFE. Kemudian kunci letter T, tali pinggang, baju, sendal dan uang tunai Rp. 300.000.

“Kedua tersangka mencuri sepeda motor yang terparkir di Jl. Garu II, Kel. Harjosari I, Kec. Medan Amplas. Setelah berhasil mencuri, tersangka kemudian menjual sepeda motor itu kepada tersangka Pratama Dwi Permadi alias Dwi seharga Rp. 3 juta. Kemudian tersangka Dwi kembali menjual sepeda motor tersebut senilai Rp 4,8 juta kepada tersangka Sijo yang masih DPO,” kata Kompol Arfin Fachreza didampingi Kanit Reskrim dan Panit I Reskrim Ipda M Yusuf Dabutar, saat konferensi pers, Senin (21/12/2020).

Sementara itu, sambung Arfin, tersangka Syahrul Efendi Harahap alias Nedi mencuri sepeda motor yang terparkir di Alfamart Jl. Sisingamangaraja, Kel. Harjosasi I, Kec. Medan Amplas bersama rekannya R yang masih DPO. Setelah berhasil, kedua tersangka menjual sepeda motor tersebut kepada tersangka Dwi seharga Rp. 4 juta.

Selanjutnya, tersangka Dwi kembali menjual sepeda motor itu kepada tersangka Sijo (DPO) seharga Rp. 4,5 juta.

Arfin menjelaskan, tersangka Syahrul Efendi Harahap juga diketahui melakukan pencurian sepeda motor yang terparkir di depan toko panglong Jl. Panglima Denai, Kec. Medan Amplas, bersama rekannya RH (DPO). Sepeda motor itu lalu dijual tersangka kepada tersangka Dwi senilai Rp. 3,8 juta. Kemudian tersangka Dwi kembali menjual sepeda motor tersebut kepada tersangka Oekie Benfika Adamy alias Coki seharga Rp. 5,3 juta.

“Keempat tersangka terpaksa diberi tindakan tegas terukur (ditembak) di bagian kakinya karena berusaha melawan saat pengembangan. Sampai saat ini kita masih memburu 4 tersangka lainnya yang ikut terlibat dalam kasus tersebut. Adapun modus para tersangka yakni merusak kunci sepeda motor menggunakan kunci T saat korban lengah,” ungkapnya.

Masih dikatakan Arfin, kedua tersangka curanmor dijerat dengan Pasal 363 (1) KUHPidana tentang pencurian dan pemberatan. Sementara tersangka penadah dipersangkakan Pasal 481 (1).

Sementara itu, salah satu tersangka mengaku sudah empat kali melakukan pencurian sepeda motor. Setiap beraksi dan menjual sepeda motor kepada penadah, uang tersebut kerap dia gunakan untuk bermain judi online dan memakai narkoba.

“Sudah 4 kali (curanmor) bang. Uangnya biasa saya gunakan untuk narkoba dan main judi online,” akunya. *