Polrestabes Medan Ungkap Sejumlah Kasus Tindak Pidana, Termasuk Kasus Korupsi di Kantor Pos

Kamis, 3 September 2020 | 17:26 WIB

Medan, MPOL : Polrestabes Medan merilis sejumlah kasus tindak pidana yang berhasil diungkap Unit Pidum dan Unit Tipikor Sat Reskrim Polrestabes Medan. Dalam pengungkapan 3 kasus ini, petugas berhasil mengamankan 4 tersangka.

Pertama, Kapolrestabes Medan, Kombes Riko Sunarko merilis kasus pengungkapan kasus penjambretan yang terjadi di Jl. Sampali, Kel. Pandau Hulu II, Kec. Medan Area, yang terjadi, Senin (24/8/2020) sekira pukul 06.55 WIB.

Riko menjelaskan, peristiwa penjambretan ini tejadi saat korban Bun Jan Salim (52) warga Jl. Bingkarung, Medan, mengendarai sepeda motor melintas di Jl. Sampali, Medan Area. Ketika itu, hp korban berdering dan korban pun berhenti untuk menangkat hpnya. Namun, tiba-tiba datang sepeda motor warna hitam yang dikendarai seorang pelaku memepet sepeda motor korban dan langsung merampas Hp Oppo F5 warna hitam milik korban.

Akibat dari kejadian itu, telinga korban merasa sakit berdengung dan pelaku langsung melarikan diri ke arah Jl. Wahidin. Selanjutnya korban membuat laporan ke Polrestabes Medan. Petugas yang menerima laporan korban kemudian melakukan olah TKP dan penyelidikan.

“Setelah kita lidik diketahui pelakunya adalah MI (26) warga Jl. Gurila No. 153, Kec. Medan Perjuangan. Alhasil, pelaku kita bekuk di seputaran Jl. Gurilla, Rabu (2/9/2020) sekira pukul 16.00 WIB, kata Kombes Riko didampingi Kasat Reskrim, Kompol Martuasah Tobing dan Kanit Pidum Iptu Ardian Yunnan Saputra, saat menggelar konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Kamis (3/9/2020) sore.

Saat diinterogasi, sambungnya, pelaku mengakui perbuatannya dan telah menjual barang bukti Hp Oppo F5 milik korban ke daerah Tembung.

Ketiga tersangka kasus penjambretan, penadah dan curanmor yang diamankan. (Foto: Arya)

Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan dan meringkus seorang penadah barang curian tersebut berinisial SRS (32) warga Jl. Pasar VIII Gambir Gg. Seroja, Tembung.

“Tersangka SRS mengaku bahwa tersangka MI menjual hp tersebut kepadanya seharga Rp. 950.000. Kedua tersangka lalu kita boyong ke Mako untuk selanjutnya kita amankan,” ujarnya.

Kemudian, Kapolrestabes merilis kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di Jl. Panglima Denai, depan SPBU Kel. Tegal Sari Mandala II, depan SPBU, Kec. Medan Denai, Senin (31/8/2020) sekira pukul 22.30 WIB.

Kejadian berawal saat korban Erwanto (43) memasukkan sepeda motor Honda Beat warna silver BK 2114 AJA ke dalam rumahnya Jl. Karya Gg. Bersama Link X No.19, Kel. Karang Berombang, Kec. Medan Barat. Setelah memastikan sepeda motor sudah terkunci stang, korban lalu bersitirahat.

Keesokan harinya, Selasa (1/9/2020) sekira pukul 04.30 WIB korban pun terbangun hendak buang air kecil. Kala itu korban curiga karena jendela depan rumah korban sudah terbuka dan sepeda motornya sudah tidak ada lagi di tempat semula. Setelah dicek, korban menduga jika pelaku pencurian masuk denga cara mencongkel jendela depan rumahnya. Atas kejadian tersebut korban melaporkan kasus yang dialaminya ke Polrestabes Medan.

Menindaklanjuti laporan korban, Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan melakukan penyelidikan dan mendapat informasi adanya seseorang yang akan menjual sepeda motor tanpa dokumen lengkap di Jl. Panglima Denai depan SPBU. Dengan kesigapan petugas, tersangka yang diketahui berinisial BS (32) warga Jl. Karya Utama, Medan Polonia, ini langsung disergap petugas, Rabu (2/8/2020) sekira pukul 05.30 WIB.

Tersangka curanmor yang ditembak. (Foto: Ist)

“Sewaktu dilakukan pengembangan untuk mencari barang bukti, tersangka mencoba lari dan melawan petugas sehingga dilakukan upayakan tindakan tegas terukur yg mengenai kaki tersangka. Kemudian petugas membawa tersangka ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk dilakukan pengobatan,” tukasnya.

Dari tersangka, petugas menyita barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Beat, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio dan sebuah STNK sepeda motor BK 2114 AJA.

“Saat diinterogasi, tersangka telah 4 kali melakukan pencurian, yakni di Jl. Asrama (Hp Xiomi Redmi 5), Jl. Gatot Subroto (Samsung J7), Jl. Glugur (Hp Samsung J1) dan Jl. Krakatau (Hp Vivo),” terangnya.

Lalu, Kapolres merilis kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di PT Pos Indonesia Cabang Medan. Kombes Riko didampingi Kanit Tipikor Sat Reskrim Polrestabes Medan, Iptu Nova Indra, mengatakan dalam kasus ini petugas mengamankan MMN (50) warga Kecamatan Medan Perjuangan. Tersangka merupakan mantan manajer keuangan dan benda persediaan materai yang terlibat tindak pidana korupsi di PT Kantor Pos Medan.

Kombes Riko menjelaskan, tersangka diamankan karena terlibat menggelapkan 349.000 keping materai 6000 dengan kerugian mencapai Rp. 2.094.000.000. Sementara, dari tersangka petugas mengamankan barang bukti uang sebanyak Rp. 55 juta.

Dalam pengungkapan kasus ini, sebelumnya petugas Dit Reskrimsus Polda Sumut telah menetapkan tersangka SHS (Staf Bagian Keuangan) sebagai tersangka pada 9 November 2018 lalu. Terhadap tersangka SHS sudah divonis penjara selama 5 tahun sesuai dengan Hasil Putusan Pengadilan Tipikor Medan pada tanggal 25 Juli 2019.

Dari hasil putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan, bahwa terhadap tersangka MMN selaku Manajer Keuangan dan Benda Persediaan Meterai dijerat sebagai orang yang melakukan atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut, yaitu dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan.

Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko didampingi Kasat Reskrim Kompol Martuasah Tobing dan Kanit Tipikor Iptu Nova Indra saat merilis kasus tindak pidana korupsi yang terjadi di Kantor Pos Medan. (Foto: Arya)

“Adapun modus operandi yang digunakan oleh pelaku SHS (Staf Bagian Keuangan) yaitu mengganti materai 6000 ke dalam amplop yang seharusnya berisikan meterai 6000 dengan kertas HVS putih dan bekas amplop tersebut dimasukkan ke dalam kardus yang sudah disusun rapi,” ungkapnya.

Berdasarkan Laporan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) dari BPKP Provinsi Sumut, bahwa negara merugi sebesar Rp 2.094.000.000.

Selanjutnya, terhadap tersangka MMN akan dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II), sehingga yang bersangkutan lalai dalam pengawasan dari tahun 2016-2018 dan sudah ada putusan Pengadilan Tipikor Medan.

“Bahwasannya pelaku tidak melakukan pengawasan kepada anggotanya terlibat korupsi dengan menggelapkan ribuan keping materai milik PT Pos Indonesia. Sehingga petugas Polrestabes Medan yang telah mendapatkan laporan itu langsung mengamankan pelaku tersebut. Memang cukup rapi bermainnya,” pungkasnya. *