Polrestabes Medan Musnahkan 18 Kg Sabu, Oknum Kepling Jadi Bede

Jumat, 13 Mei 2022 | 14:40 WIB

Medan, MPOL; Lagi, Polrestabes Medan memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu hasil penangkapan dari dua kasus berbeda.

Barang bukti yang dimusnahkan 18 Kg sabu. Selain itu, Satres Narkoba Polrestabes Medan juga mengungkap kasus oknum kepala lingkungan (Kepling), Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru menjadi bandar (bede-red) sabu. Tersangkanya seorang wanita berinisial AIS.

Hal itu disampaikan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafles Marpaung saat rilis kasus di halaman Mapolrestabes Medan, Jumat (13/5/22) siang.

Tampak hadir Wakil Walikota Medan, H Aulia Rachman, Dandim 0201/Medan, Kolonel (Inf) Ferry, Kabid Penindakan dan Pemberantasan BNN Sumut, Kombes Pol Sempana Sembiring, Kasat Narkoba dan Pengurus MUI.

Kapolrestabes Medan mengatakan, barang bukti 18 Kg sabu merupakan hasil ungkapan Satres Narkoba Polrestabes Medan dan Polsek Helvetia.

Kasus yang diungkap Satres Narkoba pada 14 April 2022, dimana tim mendapat informasi ada seseorang yang dicurigai membawa sabu jaringan Aceh-Malaysia yang rencananya akan dibawa ke Jakarta.

Tim bergerak ke lokasi di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Harjosari II, Kecamatan Medan Amplas persisnya di loket bus Medan Jaya.

Tim Satres Narkoba lansung menangkap tersangka, DS (26) warga Jalan Tembung, Pasar VII, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Seituan, berikut 2 tas besar.

Saat diperiksa kata mantan Direktur Lalu Lintas Polda Sumut ini di dalam tas tersangka berwarna hitam berisi 8 Kg sabu dan di tas warna biru berisi 7 Kg sabu.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda (3 kiri) dan Wakil Walikota Medan, Aulia Rahmn (4 kiri) menunjukkan barang bukti sabu-sabu.(Isu)

Selanjutnya tersangka dibawa ke Mapolrestabes Medan guna penyidikan. Sabu itu rencananya akan dibawa ke Jakarta.

“Namun tersangka masih menunggu instruksi dari seseorang berinisial LP (DPO). Diduga sabu berasal dari Jaringan Aceh-Malaysia,” terang kapolrestabes.

Sedangkan Polsek Helvetia menangkap tersangka berinisial WI (46) warga Aceh Timur pada 25 April 2022.

WI diamankan saat mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Ringroad, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal.

Saat digeledah dalam jok sepeda motor tersangka ditemukan 3 Kg sabu dengan kemasan teh asal Cina. “Selain 3 Kg sabu, dari jok sepeda motor juga amankan uang kontan Rp 10 juta,” katanya.

Dikesempatan itu, Kapolrestabes juga memaparkan kasus oknum Kepling mengedarkan sabu.

Tersanga merupakan berinisial AIS diamankan pada, 11 April 2022. Tersangka sudah 3 tahun menjadi Kepling di Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru.

Dia (AIS) dibekuk di kawasan Jalan Syailendra, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru. Barang bukti yang disita 4,5 gram sabu.

Ketika diintrogasi lanjut Kapolrestabes, AIS mengaku sudah menjual sabu selama 6 bulan dan sabu itu akan dijual ke seseorang berinisial, J.

“Hasil penyelidikan yang kita lakukan, tersangka sudah rutin mengedarkan sabu. Biasanya dia selalu stok 25 gram sabu yang berasal dari jaringan Lapas,” terangnya.

Saat dibekuk, sambung Kapolrestabes, sisa barang bukti yang disita hanya 4,5 gram sabu. Tersangka AIS, menjual sabu seharga Rp 400 ribu/gram.

“Pembeli sabu yang dijual tersangka diduga dari luar. Karena berdasarkan hasil penyelidikan kawasan tempat tersangka bermukim bukan termasuk kawasan rawan narkotika,” urai Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda. (*)