Polrestabes Medan Bekuk 4 Penjambret, Otak Pelaku Napi Asimilasi Ditembak Mati

Senin, 15 Juni 2020 | 18:09 WIB

Medan, MPOLcom: Petugas Jatanras Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan membekuk komplotan penjambret yang kerap beraksi di seputaran Kota Medan. Dalam pengungkapan itu 4 tersangkanya ditembak, dimana salah seorang tersangka yang merupakan otak pelaku ditembak mati.

Informasi yang diperoleh di kepolisian, Senin (15/6/2020) sore, ditangkapnya para tersangka setelah pihak kepolisian menerima laporan dari korban penjambretan. Adapun TKPnya yakni di wilayah hukum Polsek Medan Baru yang terjadi, Selasa (9/6/2020) sekira pukul 13.30 Wib. Saat itu kedua pelaku berboncengan mendekati korban dan pelaku di boncengan langsung menarik paksa tas korban yang disandang di bahu kiri. Aksi tarik menarik pun terjadi hingga tas korban berhasil dikuasai pelaku dan berhasil melarikan diri.

TKP kedua terjadi di wilayah hukum Polsek Sunggal, Jumat (12/6/2020) sekira pukul 00.00 Wib, dimana 2 pelaku menggunakan sepeda motor matic merampas tas korban dan langsung tancap gas melarikan diri

Petugas yang menerima informasi itu kemudian melakukan penyelidikan. Setelah diselidiki, diketahui identitas para pelakunya. Alhasil, empat pelaku berhasil diringkus petugas. Mereka masing-masing Erwin Syahputra (24) warga Jl. Kelambir V tanah garapan, berperan sebagai joki sepeda motor Vario warna hitam, Sabarullah alias Sabir (25) berperan sebagai eksekutor, Galuh Pamungkas (22) warga Jl. Binjai KM 9,1, Desa Lalang Kota, Deli Serdang dan Andi Pratama Siregar alias Letoy (30) warga Jl. Gatot Subroto Km 5,5 Gg. Radio No. 3 , Kec. Medan Helvetia, yang merupakan otak pelaku.

Dua tersangka penjambretan berjalan menggunakan tongkat karena kakinya ditembak polisi. (Arya)

Ketika dilakukan penangkapan, para tersangka berusaha melawan dan hendak melarikan diri hingga ketiga tersangka (Erwin, Sabir dan Galuh) ditembak petugas di kedua kakinya. Sementara, tersangka Andi Pratama Siregar alias Letoy ditembak mati karena menyerang petugas Jatanras Sat Reskrim Polrestabes Medan menggunakan senjata tajam.

Tersangka Andi Pratama Siregar alias Letoy merupakan residivis yang sudah 3 kali keluar masuk penjara dalam kasus narkotika jenis ganja di Polsek Helvetia pada tahun 2014, menjalani hukuman 1 tahun 6 bulan dan keluar tahun 2018, kasus jambret di Polsek Medan Baru tahun 2017 menjalani hukuman 8 bulan dan keluar tahun 2017 akhir. Yang ketiga dalam kasus jambret di Polsek Helvetia tahun 2018 menjalani hukuman 3 tahun 6 bulan, namun tersangka bebas Bulan April 2020 karena program asimilasi Covid-19.

Sejatinya, kasus ini akan dirilis di RS Bhayangkara Medan, Senin (15/6/2020) siang. Namun, karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan, akhirnya ditunda.

“Mohon maaf rekan-rekan yang sudah menunggu lama, karena situasi tidak memungkinkan, press rilis hari ini ditunda dulu. Rencananya besok, Selasa (16/6/2020) akan dirilis di Polrestabes Medan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing di RS Bhayangkara Medan. *