Polisi Tangkap Residivis Perampokan Miliki Senpi Ilegal, Tersangka Ngaku Uang Hasil Penjualan Untuk Beli Sabu

Kamis, 21 Januari 2021 | 19:11 WIB

Kutalimbaru, MPOL : Tim Reskrim Polsek Kutalimbaru meringkus seorang laki-laki terkait kepemilikan senjata api (senpi) illegal dari kawasan Desa Sei Mencirim, Kec. Kutalimbaru, Kab. Deli Serdang, Senin (11/1/2021) lalu sekira pukul 15.00 WIB.

Dari tersangka Budiyanto Syahputra alias Putra (34) warga Jl. Sei Mencirim Dusun VA, Desa Sei Mencirim, Kec. Kutalimbaru, ditemukan sepucuk senpi jenis FN berikut 2 butir peluru.

Kapolsek Kutalimbaru, AKP Hendri Surbakti didampingi Kanit Reskrim Ipda Syafrizal dalam keterangannya, Kamis (21/1/2021) mengatakan, penangkapan terhadap tersangka berdasarkan laporan masyarakat yang merasa resah dengan ulah tersangka yang over acting melepaskan tembakan ke udara.

“Tersangka ini sempat melepaskan satu kali tembakan ke udara menggunakan senpinya, karena ulahnya itulah masyarakat sekitar jadi resah dan ketakukan. Selanjutnya masyarakat pun melaporkan aksinya itu ke Polsek Kutalimbaru,” ujar AKP Hendri.

Begitu menerima laporan, kata Hendri, dirinya langsung memerintahkan anggota turun ke lapangan melakukan penyelidikan. Untuk memudahkan proses penangkapan tersebut, petugas pun melakukan under cover by (penyamaran).

“Awalnya anggota belum berhasil mendapatkan senjata apinya itu, karena tersangka tidak mau mengeluarkannya jika tidak ada pembelinya. Namun, karena anggota yang melakukan penyamaran mengaku mau membeli, tersangka pun mau mengambil senpi tersebut,” sebutnya.

Akhirnya disepakati kalau senpi dimaksud dengab harga Rp. 5 juta. Untuk meyakinkan tersangka, anggota memberikan uang tanda jadi sebesar Rp. 500 ribu. Karena sudah yakin dengan si pembeli, tersangka pun mengambil senpi yang dimaksud.

Saat tersangka sudah memegang senpi tersebut, petugas langsung melakukan penangkapan.

“Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku kalau senpi tersebut didapatkannya dari seseorang bernama Eko (DPO). Dia nekat menjual senpi milik temannya itu karena butuh uang untuk membeli sabu,” ungkapnya.

Hendri menjelaskan, hasil interogasi tersangka merupakan residivis kasus perampokan di wilayah hukum Polsek Sunggal pada tahun 2007 lalu dan menjalani masa penahanan di Rutan Labuhan Deli. Kemudian terlibat kasus pemerasaan di wilkum Polsek Kutalimbaru dengan masa hukuman selama 7 bulan serta terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan sesuai LP/27/K/III/2018/SPKT/Sek Kutalim. *