Perumahan Grand Mutiara Indah Kembali Banjir, Warga Mengungsi Ke Mushalla

Minggu, 22 November 2020 | 20:37 WIB
Medan, MPOL : Banjir besar yang terjadi akibat meluapnya Sungai Belumai yang turut berdampak pada debit air Sungai Dalu di Kec. Batangkuis, Kab. Deliserdang, Sabtu (21/11).
Akibatnya, penghuni Komplek Perumahan Grand Mutiara Indah III di Jl. Sedar, Dusun VB, Desa Tumpatan Nibung, Kec. Batang Kuis, harus mengungsi ke mushalla pada pukul 04.00 WIB dini hari, karena Perumahan tersebut dilanda banjir besar.
Iqbal Tarigan ,salah seorang warga perumahan  tersebut, mengatakan ini banjir terbesar yang terjadi setelah Sabtu lalu komplek ini dilanda banjir serupa, luapan air sungai membuat dinding pembatas komplek tidak mampu menahan debit air yang besar sehingga dinding pembatas jebol kembali.
Ada 116 rumah yang turut terendam akibat jebolnya benteng Sungai Dalu, hingga akhirnya menerjang permukiman warga komplek tersebut.
“Kami hanya ingin pihak pengembang menunjukkan tanggung jawabnya atas kejadian banjir kemarin dan hari ini juga terjadi,” ucap Iqbal.
Lebih jauh dijelaskannya, jebolnya tembok pembatas komplek itu menjadi sorotan para penghuni, ternyata bukan karena derasnya debit air menghantam tembok pembatas komplek, tapi pada saat banjir terjadi, air justru tenang. Diduga karena kualitas tembok komplek yang tidak kuat,  dan akhirnya jebol.
“Ini sangat aneh bagi kami, Kuat dugaan tembok yang dibangun pihak pengembang ini asal jadi. Masak kami lihat gak ada tiang pendukung di bangunan tembok itu. Apalagi komplek ini kan di sebelah persawahan, seharusnya saluran drainase komplek harus lebih tinggi dari parit desa, ini malah sebaliknya. Begitu banjir, meluaplah semua air ke komplek, ditambah lagi tembok komplek jebol dan pompa pembuangan air juga tak berfungsi dengan baik, akibatnya masih tergenang air di komplek ini walau banjir sudah reda,” pungkas Iqbal.
Warga lainnya, M. Rasyid, juga mengatakan walaupun air sudah surut, tetapi banyak lumpur dalam rumah kami yang dibawa saat banjir.
“Banyak lumpur masuk barang-barang juga sudah terhambur,” kata Rasyid saat ditemui di tempat pengungsian pada dini hari.
Selain itu, warga juga takut apabila terjadi banjir susulan, sehingga mengungsi akan lebih aman.
Camat Batang Kuis, Avro Wibowo, yang turun ke lokasi  juga menjelaskan dirinya akan memanggil pihak pengembang perumahan untuk membicarakan hal ini dan mencari solusinya. “Agar banjir ini tidak terjadi kembali,” ucapnya. **