Perdaya dan Rampok Teman Fb, Vicky Wijaya Diembak Polisi

Jumat, 14 Februari 2020 | 11:32 WIB

Hamparan Perak (medanposonline.com) – Sukses memperdaya korbannya melalui media sosial Facebook (Fb), tapi akhirnya Vicky Wijaya  (20) warga Jalan Gereja Zaitun Gang Setia Dusun IV Desa Tanjung Kusta Kecamatan Medan Sunggal ditembak polisi.

Dia diciduk petugas Unit Reskrim Polsek Hamparan Perak, dan kaki sebelah kanannya diberi hadiah timah panas, karena dikatakan melalukan perlawanan (melarikan diri) saat dibawa untuk melakukan pengembangan.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sebelumnya pelaku berkenalan dengan korban, Ezra Claudia Aruan (21) seorang mahasiswi warga Jalan Amal Luhur Gang Semar Kelurahan Dwikora Kecamatan Medan Helvetia melalui media sosial aplikasi Facebook.

Lalu, pada Sabtu (8/2/2020) lalu, melalui medsos tersebut pelaku bersama 2 orang rekannya mengajak korban untuk bertemu di kawasan Jalan Tanjung Kusta Gang Rezeki. Kemudian setelah bertemu dengan menggunakan sepeda motor Beat Nopol BK 3904 AHK milik korban (berboncengan), pelaku membawa korban ke kawasan Pulo Brayan Medan.

“Setelah pelaku bersama 2 rekannya membawa korban memutar-mutar lalu pelaku membawa korban ke TKP kawasan perkebunan sawit. Sesampainya di lokasi, pelaku dan 2 orang temannya R dan Citra Zamasi langsung membekap mulut korban dan melukai wajah korban, lalu para pelaku merampas HP dan kunci sepeda motor korban,” ucap Kanit Reskrim Polsek Hamparan Perak Iptu Bonar Pohan. Kamis (13/2/2020).

Dikatakan, selanjutnya para tersangka meninggalkan korban dalam posisi terluka di lokasi. Dari pengaduan korban, pelaku diringkus pada Selasa subuh (11/2/2020) pukul 01.30 wib, setelah polisi mendapat informasi keberadaan pelaku. Per

“Penangkapan pelaku Vicky Wijaya berikut barang bukti sepeda motor milik korban jenis Beat Nopol BK 3904 AHK, 1 unit Hp milik korban merk Oppo type 3s dan Sepeda motor Vega ZR milik rekan pelaku nopol BK 5553 XG. Selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap tersangka R, sedangkan tersangka Citra Zamasi berhasil melarikan diri (DPO),” ujarnya Bonar Pohan.

Ia menambakan, saat dilakukan pegembangan tersangka Vicky berusaha melarikan diri, sehingga diberikan tindakan tegas dan terukur dengan menembak kaki kanannya. (Top)