Parah! Air Tak Bisa Dipakai karena Bau dan Berwarna, PDAM Tirtanadi Diminta Berbenah

Minggu, 17 Januari 2021 | 18:47 WIB

Medan, MPOL : Keresahan warga masyarakat yang tinggal seputaran Kelurahan Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area, semakin menjadi-jadi. Pasalnya, air milik PDAM yang iurannya setiap bulan dibayar warga tak bisa dipakai karena bau dan berwarna.

Seperti yang terjadi sejak Minggu (17/1/2021) pagi hingga sore hari, air tidak bisa digunakan karena seperti bau parit dan bensin.

“Airnya memang hidup, itupun harus pakai pompa air. Tapi gitulah, pas dihidupin dari siang hingga sore ini bau kali, kayak bau parit dan bensin. Udah 1 harian ini,” kata Arjuna, salah seorang warga yang tinggal di Jalan Rahmadsyah Gang Makmur, Kelurahan Kota Matsum I, Kecamatan Medan Area, Minggu (17/1/2021) sore.

Ia menjelaskan, kasus seperti ini bukan sekali ini saja terjadi. Bahkan, sudah terjadi sejak beberapa bulan yang lalu, dimana disaat waktu tertentu sering airnya bau dan berminyak.

“Bukan hari ini aja, udah beberapa bulan lalu di jam-jam tertentu airnya bau, berminyak. Bahkan parahnya lagi airnya berwarna kuning. Gimana mau dipakak buat masak air, mandi dan lain sebagainya,” ucapnya.

Hal yang sama juga dikatakan warga lainnya, Yulianti. Ianya juga merasakan bahwa air dari PDAM tidak bisa dipakai buat kebutuhan sehari-hari.

“Udah sering terjadi airnya mengalir tapi bau, berminyak. Gimana untuk masak dan mandi ? Kita sebagai warga negara juga selalu bayar iuran tiap bulannya. Tapi mengapa pelayanannya seperti ini ?,” ujarnya.

Dirinya juga berharap, agar pihak PDAM Tirtanadi segera berbenah dan memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat yang membutuhkan air.

“Semoga hal seperti ini tidak lagi berkelanjutan. Kita masyarakat berharap para bos-bos di lingkup PDAM Tirtanadi mendengar keluh kesah kami ini dan segera berbenah untuk kualitas air yang lebih baik lagi,” katanya.

Sementara itu, Ginda (26) warga Jalan Menteng Raya, Medan, juga menyampaikan keluhannya karena air yang mengalir di rumahnya tidak bisa digunakan untuk kebutuhan.

“Senasiblah. Airnya keruh sama seperti (air) parit di sebelah rumah. Sejak Kamis kemarin airnya bau bang,” ujarnya, kesal. *