Odong-odong Tabrakan Beruntun, 1 Bocah Tewas di TKP

Minggu, 23 Februari 2020 | 18:19 WIB

Binjai – Tabrakan beruntun melibatkan 2 truk pengangkut pasir dan satu kendaraan modifikasi yang populer disebut Odong-odong, terjadi di Jalan Tengku Amir Hamzah Pasar III Tandam, Kelurahan Jati Utomo, Kota Binjai, Sabtu (22/2/2020) malam.

Kecelakaan lalu lintas itu mengakibatkan seorang bocah penumpang Odong-odong, Rizki Ardiansyah (8) tewas di tempat kejadian. Bocah malang warga Jalan Sukaramai, Dusun I, Desa Tandam Hulu II, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang itu saat kejadian duduk di belakang gerbong odong-odong naas tersebut.

Sementara itu satu bocah penumpang Odong-odong, Zulfikar (11) warga Jalan Sukaramai, Dusun I, Desa Tandam Hulu II yang duduk di gerbong tengah, mengalami patah tulang. Sedangka pengemudi Odong-odong Nuriadi (41) dan istrinya Nina Santi (36) warga Jalan Sukaramai, Dusun I, Desa Tandam Hulu II, Kecamatan Hamparan Perak, serta 14 penumpang lainnya selamat hanya mengalami luka ringan. Di pihak lain, salah satu sopir truk juga hanya menalami luka lecet.

Korban tewas dibawa ke RSUD Dr RM Djoelham Kota Binjai, sementara yang mengalami luka lainnya dirawat secara terpisah rumah sakit dan klinik kesehatan terdekat.

Informasi dihimpun wartawan, kecelakaan maut tersebut diperkirakan terjadi sekira pukul 19.45 Wib. Lokasi kejadian itu sendiri berdekatan dengan Depot LPG PT Pertamina (Persero) Tandam, dan gedung eks Hotel Salabintana, Kota Binjai.

Sebelum terjadi tabrakan, diketahui truk Mitsubishi Coltdiesel bermuatan kerikil melaju kencang dari arah Stabat menuju Binjai. Sedangkan dari arah berlawanan, turut pula melaju dalam kecepatan tinggi kendaraan sejenis yang juga mengangkut kerikil.

Naas, ketika masing-masing truk melintas tepat di depan Masjid Al Fallah, Pasar III Tandam, kedua kendaraan besar tersebut terlibat tabrakan, hingga membuat keduanya terhempas ke tepi jalan.

Malang, badan truk bermuatan kerikil justru menabrak dan menimpa odong-odong sarat penumpang. Odong-odong tersebut adalah “kendaraan wisata” bergerbong hasil modifikasi atas sepeda motor Honda Supra BK 5666 GW, dan saat itu kebetulan melintas dari arah Binjai menuju Stabat.

“Yang pasti, korbannya ada banyak. Perkiaraan kami ada lebih dari 16 orang. Soalnya yang naik odong-odong penuh. Kebanyakan anak-anak, yang semuanya itu orang Pasar II (Tandam),” sebut Imah, salah seorang warga setempat.

Pasca kecelakaan itu, puluhan warga bergotong-royong membantu proses evakuasi seluruh korban, dan selanjutnya membawa mereka ke sejumlah rumah sakit dan klinik kesehatan terdekat. Sebaliknya korban meninggal dibawa menuju Kamar Jenazah RSUD Dr RM Djoelham, Kota Binjai.

Sesaat setelah peristiwa itu dilaporkan, petugas kepolisian dari Polsek Binjai Utara dan Unit Laka Satlantas Polres Binjai, segera mengamankan lokasi kejadian, sembari mengumpulkan keterangan para saksi mata dan mengatur arus lalu-lintas yang sempat macat lebih dari dua kilometer.

Di sisi lain, regu penyelamat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Kota Binjai turut pula diperbantukan guna melakuan proses evakuasi korban dan ketiga kendaraan yang terlibat kecelakaan.

“Saat ini, seluruh pihak terkait, berikut barang bukti tiga kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan di Mako Satlantas Polres Binjai. Kasus ini sendiri masih ditangani Tim Penyidik Unit Laka,” kata Kasubag Humas Polres Binjai AKP Siswanto Ginting.

Menurutnya, pengemudi Odong-odong menjadi tersangka juga, karena tidak ada izin rubah sifat atau spesikasi roda dua untuk angkut orang banyak. (LB.02)