Napi Asimilasi Otak Pelaku Jambret Ditembak Mati Karena Tikam Polisi, Korbannya Apresiasi Polrestabes Medan

Selasa, 16 Juni 2020 | 19:44 WIB

Medan, MPOL.com: Satu dari empat pelaku jambret yang merupakan napi asimilasi dan otak pelaku, Andi Pratama Siregar alias Letoy (30) warga Jl. Gatot Subroto Km 5,5 Gg. Radio No. 3, Kec. Medan Helvetia, ditembak mati karena menyerang dengan menikam salah seorang petugas Jatanras Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan menggunakan pisau. Hal itu dikatakan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko.

“Salah seorang tersangka berinisial APS alias L meninggal dunia ditembak karena melukai anggota menggunakan pisau saat dilakukan pengembangan,” kata Kombes Riko Sunarko didampingi Kasat Reskrim Kompol Martuasah Tobing dan Kanit Pidum AKP Ricky P Atmaja, saat menggelar konferensi pers di Mapolrestabes Medan, Selasa (16/6/2020) sore.

Dikatakan Kapolrestabes, selain menembak mati otak pelaku, petugas juga menembak kaki tiga tersangka lainnya karena berusaha melawan dan melarikan diri saat diiringkus petugas. Mereka masing-masing Erwin Syahputra (24) warga Jl. Kelambir V tanah garapan, berperan sebagai joki sepeda motor Vario warna hitam, Sabarullah alias Sabir (25) berperan sebagai eksekutor dan Galuh Pamungkas (22) warga Jl. Binjai KM 9,1, Desa Lalang Kota, Deli Serdang.

“Satu tersangka lagi yang ditembak di kedua kakinya berinisial ES masih dirawat di RS Bhayangkara,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada 9 Juni 2020, komplotan jambret ini beraksi di Jl. Abullah Lubis, Kec. Medan Baru sekira pukul 13.30 Wib dan yang kedua beraksi di Medan Sunggal, Jumat (12/6/2020) sekira pukul 14.30 Wib.

Dalam aksinya komplotan perampok ini beraksi 4 orang mengendarai 2 unit sepedamotor. Setelah menjambret korbannya, 2 tersangka langsung kabur, sedangkan 2 tersangka lainnya menghalang-halangi korban maupun warga lain yang mengejar.

Dua tersangka penjambretan berjalan menggunakan tongkat dan tersangka otak pelaku jambret APS alias L yang ditembak mati. (Arya)

“Keseluruhan tersangka merupakan napi asimilasi, mereka beraksi di Medan dan Sunggal, kemungkinan ada TKP lainnya masih didalami,” tukasnya, seraya menambahkan para tersangka ditangkap di sebuah pondok rumah sewa di Jl. Sei Batang Hari, Medan, Sabtu (13/6/2020).

Kombes Riko juga menjelaskan, untuk tersangka Andi Pratama Siregar alias Letoy merupakan residivis yang sudah 3 kali keluar masuk penjara dalam kasus narkotika jenis ganja di Polsek Helvetia pada tahun 2014, menjalani hukuman 1 tahun 6 bulan dan keluar tahun 2018, kasus jambret di Polsek Medan Baru tahun 2017 menjalani hukuman 8 bulan dan keluar tahun 2017 akhir. Yang ketiga dalam kasus jambret di Polsek Helvetia tahun 2018 menjalani hukuman 3 tahun 6 bulan, namun tersangka bebas Bulan April 2020 karena program asimilasi Covid-19.

Atas pengungkapan ini, polisi turut mengamankan barang bukti 3 unit sepedamotor, 1 tas ransel warna abu-abu, 1 unit laptop, 1 unit hardisk, dan 4 helm.

Sementara itu, dua korban penjambretan turut mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada jajaran kepolisian Polrestabes Medan.

“Alhamdulillah saya ucapkan terimakasih kepada Bapak Kapolrestabes Medan dan Bapak Kasat Reskrim beserta jajaran. Saya sangat bersyukur kasus ini bisa terungkap. Semoga Allah menambahkan amal ibadah dan semoga selalu sukses, sehat dan juga bagi keluarganya,” kata ibu paru baya menggunakan hijab yang menjadi korban penjambretan di Jl. Abdullah Lubis saat dihadirkan di Mapolrestabes Medan.

Sementara seorang pria yang juga menjadi korban penjambretan di Sunggal turut dihadirkan dalam konferensi pers sangat mengapresiasi kinerja Sat Reskrim Polrestabes Medan.

“Jujur saya sangat mengapresiasi kinerja Polrestabes Medan. Baru satu hari kasus saya laporkan, polisi cepat mengungkapnya dan esok harinya petugas Sat Reskrim berhasil meringkus para pelakunya. Terimakasih banyak bapak-bapak kepolisian, ini merupakan kinerja yang luar biasa,” kata korban menggunakan kemeja biru tersebut. *