Modus Paket Pakaian, 1 Kg Sabu Gagal Kirim, Tersangka Ngaku Dikendalikan dari Lapas

Minggu, 3 Juli 2022 | 02:09 WIB

Medan, MPOL; Lagi, Satres Narkoba Polrestabes Medan memutus matarantai pengiriman narkoba jenis sabu-sabu dengan modus pengiriman paket pakaian berisi sabu.

Petugas berhasil menggagalkan upaya pengiriman 1 Kg sabu, yang rencananya akan dikirim ke Semarang, Jawa Tengah.

Untuk mengelabui petugas, tersangka menyelipkan narkoba kedalam 10 pakaian, yang sudah dimodifikasi.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda melalui Kasubag Humas Polrestabes Medan, Kompol Riama Siahaan dalam keterangannya Sabtu (2/7/22) menyebut dalam pengungkapan kasus ini Satres Narkoba Polrestabes Medan menangkap satu tersangka yakni Ilham Juli alias Ujang (59) warga Komplek Veteran, Medan Estate.

Tersangka, setidaknya sudah empat kali mengirimankan sabu dengan modus yang sama, yakni memanfaatkan jasa pengiriman barang, dan menyelipkan sabu ke barang – barang yang umumnya biasa dikirim melalui jasa pengiriman barang.

Teraangka (kiri) melihat petugas memeriksa sabu di salah satu loket jasa pengiriman barang di Medan.(Isu)

Tersangka ditangkap di rumahnya, setelah petugas menerima informasi dari masyarakat. Namun ternyata paket yang dikemas tersangka sudah dikirim, sehingga petugas ke gudang tempat pengiriman barang tersebut, untuk mengamankan sabu yang akan dikirim.

Setidaknya 1 kg sabu, yang dikemas pelaku ke dalam 10 paket pakaian yang diamankan personel Satres Narkoba Polrestabes Medan.

“Tersangka mengaku sudah 4 kali mengirimkan sabu, dengan kota tujuan yang berbeda,” terangnya.

Ditambahkannya, dari 10 paket yang disita, Satres Narkoba tetap mengirimkan 1 paket dengan alamat yang sebelumnya tertera.

Namun, setelah paket dikirim ke alamat yang dimaksud, tidak ada seorang pun yang mengambil paket pakaian berisi sabu, sehingga petugas mengambil kembali satu paket tersebut.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku dikendalikan seorang narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), yang ada di Kota Medan.

Oleh sebab itu, petugas masih melakukan penyelidikan, terkait keberadaan sang napi. (*)